Belum Merata, Pengembangan Wisata di Sleman Terus Dilakukan

Kepala Dinas Pariwisata Sleman Ishadi Zayid
Kepala Dinas Pariwisata Sleman Ishadi Zayid. (ADIT BAMBANG SETYAWAN/JOGLO JOGJA)

SLEMAN, Joglo Jogja – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman melalui Dinas Pariwisata (Dispar) terus berupaya mengembangkan pariwisata di wilayahnya. Hal itu dilakukan karena keberadaan pariwisata di Bumi Sembada dirasa belum merata, terutama di sektor barat yang masih membutuhkan perhatian khusus.

Kepala Dinas Pariwisata Sleman Ishadi Zayid mengaku, sebaran pariwisata di Sleman masih belum merata, meskipun pertumbuhannya sangat pesat. Para pelancong masih meminati kunjungan di sisi timur seperti wisata candi, dan sektor wisata di lereng merapi.

Selamat Idulfitri 2024

“Saat ini, pemerintah sedang berupaya untuk mengadakan pemerataan. Harapannya sektor Sleman Barat juga dapat merasakan dampak positif dari kunjungan para wisatawan,” katanya, Minggu (17/3/24).

Baca juga:  Pemkab Sleman Gelar Bakti Sosial di 17 Kapanewon dalam Rangka Hari Jadi ke-108

Dinas Pariwisata saat ini sudah membuat kajian berkaitan dengan sektor barat yang didominasi oleh area pertanian. “Kebijakan Pemkab di dalam mengembangkan pariwisata di Sleman barat ke arah agrowisata dan desa wisata. Tujuannya agar pariwisata bisa berkembang, sekaligus bisa tetap mempertahankan lahan pertanian,” imbuhnya.

Berbagai kegiatan pun juga sudah dipersiapkan untuk mendukung pengembangan wisata di wilayah Sleman barat, seperti Kapanewon Godean, Seyegan, Minggir hingga Moyudan. Agenda yang dikembangkan seperti perhelatan Ngaran Kite Festival di Kalurahan Margokaton, Seyegan.

“Dengan adanya kegiatan festival layang-layang di area persawahan ini, harapannya bisa menjadi daya tarik untuk kunjungan wisata. Kami juga akan mendukung penyelenggaraan Bedog Art Festival di Kapanewon Gamping,” tuturnya.

Baca juga:  Gelombang Arus Balik di Terminal Jombor Diprediksi Berlanjut Hingga Selasa

Pengembangan yang dilakukan tidak hanya dalam bentuk kegiatan. Dinas terkait juga menggandeng Fakultas Bahasa dan Sastra UNY untuk menciptakan kreasi sendratari yang mengacu pada cerita lokal.

“Dengan harapan, kegiatan itu bisa menjadi tontonan bagi pengunjung wisata di Gamplong di Kapanewon Moyudan. Tentu nantinya juga ada penguatan sumber daya manusia, agar desa wisata yang dikelola dapat berkembang dengan baik,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan, pengembangan wisata di sektor barat lebih kepada pembentukan desa wisata. Dengan program itu, diharapkan ada pemerataan kunjungan wisata, sehingga tidak tertuju di sisi timur maupun di lereng Merapi.

Baca juga:  Dispar Bantul Targetkan Kunjungan Wisatawan Capai 250 Ribu Orang

“Sudah ada fasilitas internet gratis untuk pengembangan desa wisata. Tak hanya itu, di sisi potensi, di sektor Barat Sleman juga banyak lokasi yang memiliki pemandangan bagus-bagus,” tandasnya. (bam/abd)