Gerakan Pangan Murah Jateng: Omzet Rp 5,6 Miliar, Sasaran 130 Kali hingga Jelang Lebaran

SEMARANG, Joglo Jateng – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebanyak 99 kali sejak Januari-awal Maret 2024. Omzet dari kegiatan tersebut mencapai Rp 5,6 miliar.

Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana mengatakan, kegiatan ini akan terus digenjot pada Ramadan hingga jelang Idulfiitri. Supaya mampu menjaga laju inflasi sekaligus menyediakan pangan terjangkau bagi masyarakat.

Selamat Idulfitri 2024

“GPM sangat dibutuhkan untuk menjaga keterjangkauan masyarakat untuk membeli bahan pokok,” katanya saat meninjau kegiatan GPM dan launching penyaluran Program Subsidi Pangan Provinsi Jawa Tengah di Kelurahan Pekunden, Kota Semarang, belum lama ini.

Baca juga:  4 Tempat Hiburan di Semarang Disegel Satpol PP

GPM di Kelurahan Pekunden merupakan bagian dari GPM Serentak kedua yang digelar di Provinsi Jawa Tengah. Ada lima daerah yang secara bersamaan menggelar kegiatan serupa, yaitu Kota Semarang, Kota Surakarta, Kota Tegal, Kabupaten Cilacap, dan Kabupaten Banyumas dengan total penyaluran beras SPHP sebanyak 33 ton.Ia manergetkan, pelaksanaan GPM se Jawa Tengah hingga menjelang Idul Fitri nanti bisa sampai 130 kali.

“Upaya ini diharapkan tidak berhenti sampai di sini, namun harus semakin masif dilakukan oleh kabupaten/kota dengan berkoordinasi dengan Perum Bulog,” katanya.

Baca juga:  Tingkatkan Kerja Sama dengan Tiongkok, Pemprov Jateng Tawarkan Sektor Pariwisata

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jateng Rahmat Dwisaputra mengatakan, GPM ini juga digelar untuk upaya stabilisasi harga bahan pokok penting (bapokting) di Ramadan dan Idulfitri mendatang.

“Pelaksanaan GPM serentak disambut sangat antusias oleh masyarakat, sebab mereka dapat berbelanja bahan pangan dengan harga murah,” kata Rahmat.

Pada GPM di Kota Semarang itu, BI Jateng juga mensosialisasikan pembayaran melalui QRIS. cabai rawit setan dan cabai merah keriting dijual Rp5000 per 1/4kg. Itu jadi salah satu yang diserbu masyarakat.

“Kami kerjasama dengan PMI dan petani binaan, Hasilnya (penjualan cabai) untuk ke PMI (disumbangkan),” katanya.

Baca juga:  DPRD Kota Semarang akan Sempurnakan Perda Lama soal Ketertiban Umum

Ke depan, GPM serentak kembali akan dilaksanakan pada 2 April 2024. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjaga tingkat inflasi di Jawa Tengah. (luk/gih)