Janji Bupati Rembang Bangun Gedung PGRI Tertunda, Ini Kendalanya

FOTO BERSAMA: Para anggota PGRI Rembang. (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

REMBANG, Joglo Jateng – Realisasi pembangunan gedung Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Rembang kini sudah jatuh tempo dari waktu yang dijanjikan oleh Bupati. Hal itu karena tanah yang sudah dibeli belum bersertifikat resmi sehingga belum bisa dianggarkan proses pembangunan gedungnya.

Ketua PGRI Rembang, Jumanto mengatakan, bantuan gedung sebenarnya sudah diusulkan sejak 2018. Sebelum masa periode bupati berakhir, pihaknya akan menagih janji itu. Sehingga setelah akhir menjabat tidak ada tanggungan lagi.

Selamat Idulfitri 2024

“Dalam waktu dekat saya akan sowan ke bupati. Karena masa jabatannya akan berakhir tahun ini. Jadi, sebelum periode terakhir, harus kita mintai komitmennya,” kata dia kepada Joglo Jateng, belum lama ini.

Baca juga:  Arus Balik Terlewati, Arus Lalu Lintas Pantura Rembang Ramai Lancar

Pengadaan gedung ini, lanjutnya, merupakan ganti bangunan yang lama. Karena, gedung PGRI yang dulu dijadikan Pemkab Rembang sebagai Mal Pelayanan Publik (MPP).

“Gedung ini sebagai pengganti saja. Dulu punya terus dipakai untuk Mal Pelayanan Publik. Terus kita diganti lagi pada 2024,” kata Jumanto.

Dia menjelaskan, anggaran yang diberikan Pemkab Rembang untuk pembangunan Gedung PGRI sebesar Rp 3 miliar. Akan tetapi, anggaran tersebut belum bisa dicairkan karena beberapa alasan seperti tanah yang belum bersertifikat.

“Rencana (dana alokasi pembangunan gedung PGRI, Red.) Rp 3 miliar. Kemudian, kita sudah beli tanah di jalan lingkar. Jadi tinggal realisasi pembangunannya. Sementara untuk saat ini, sudah kita urus hak guna bangunan,” imbuh dia. (cr3/adf)