Mahasiswa KKN Upgris Jalankan Proker Penghijauan untuk Cegah Banjir

KOMPAK: Kelompok 10 KKN Upgris membuat progam kerja Penghijauan Daerah Terdampak Banjir di Desa Kemiri, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, belum lama ini. (LU'LUIL MAKNUN/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Kelompok 10 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (Upgris) membuat progam kerja Penghijauan Daerah Terdampak Banjir di Desa Kemiri, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan. Tujuannya untuk memperbaiki ekosistem, menambah daerah serapan, serta menambah ruang terbukau hijau.

Koordinator Kelompok 10 KKN Upgris, Muhammad Zaki mengatakan bahwa Desa Kemiri menjadi salah satu wilayah di Kecamatan Gubug yang terdampak banjir akibat tanggul jebol beberapa waktu lalu. Oleh karena itu, dia bersama teman-teman KKN Upgris melakukan penghijauan di sekitar tanggul yang sudah dibangun kembali untuk menjadi ruang serapan tambahan.

Selamat Idulfitri 2024

“Desa Kemiri adalah salah satu desa di Kecamatan Gubug yang terdampak banjir oleh kerena wilayah kemiri berada dibawah bantaran Sungai Tuntang. Kemarin tanggulnya jebol. Karena itu teman-teman menginisiasi untuk melakukan penghijaun agar tanggul menjadi kuat dan ruang serapan bertambah,” katanya pada Joglo Jateng, belum lama ini.

Baca juga:  Penyakit Gatal-gatal Paling Banyak Dikeluhkan Masyarakat Terdampak Banjir

Dalam pelaksanaannya, para mahasiswa berkolaborasi dengan beberapa instansi. Di antaranya BPDAS-HL (Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung) Pemali Jratun sebagai penyuplai bibit dan Dinas Lingkungan Hidup wilayah Barat Kecamatan Gubug sebagai aktor dalam melakukan penanaman. Sebanyak 250 bibit bringin dan glodokan ditanam pada kegiatan penghijauan tersebut.

“Kemarin kita meminta bantuan berupa bibit bringin dan glodokan ke BPDAS. Alhamdulilah hal itu di respon baik oleh BPDAS dan kita mendapatkan kurang lebih 250 bibit yang hari ini kita tanam bersama DLH Gubug sepanjang tanggul Sungai Tuntang di Desa Kemiri,” ungkap Zaki.

Baca juga:  Jadi Baromater, Polda Jateng Evaluasi Kesiapan Jalur Mudik

Penanaman diawali secara simbolis oleh Kepala Desa Kemiri. Lalu dilanjutkan penanaman serentak oleh Mahasiswa KKN Kelompok 10 dan DLH Gubug.

Zaki mengaku kegiatan tersebut mendapat respon baik oleh warga setempat. Sejumlah warga bahkan turut membantu. Mereka berharap, bibit yang ditanam bisa tumbuh dan dapat menjadi solusi dalam penanggulangan banjir di wilayah tersebut.

“Dengan dilakukannya penghijauan di Desa Kemiri, mahasiswa KKN kelompok 10 berharap penghijauan tersebut dapat memberikan manfaat bagi warga sekitar. Dan menjadi solusi pencegahan banjir di Desa Kemiri,” harap Zaki.

Baca juga:  Polisi dan Beacukai Gerebek Pabrik Narkoba di Banyumanik

Kepala Desa Kemiri, Sukirman mengapresiasi kepedulian para mahasiswa KKN Upgris untuk wilayahnya. Dirinya pun berharap dengan upaya yang dilakukan bersama ini dapat menjadi solusi terbaik. Khususnya dalam menangani banjir.

“Terima kasih untuk Mahasiswa KKN Kelompok 10 Upgris yang sebenarnya berdomisili di Desa Gubug. Tapi karena kepekaannya Alhamdulilah punya gagasan penanaman pohon di Desa Kemiri, salah satu desa yang terdampak banjir. Pemerintah desa mengucapkan terima kasih dan harapan saya melalui penghijauan yang dilakukan teman teman KKN ini menjadi solusi untuk menanggulangi banjir,” ungkap Sukirman. (luk/adf)