Masjid Taqwa Sekayu, Peninggalan Bersejarah yang Berdiri sejak 1413 M di Semarang

SUASANA: Masjid Taqwa Sekayu yang berlokasi di belakang Mall Paragon, Kota Semarang. (LU'LUIL MAKNUN/JOGLO JATENG)

MUNGKIN banyak orang tak menduga bahwa terdapat masjid yang sudah berdiri sejak tahun 1413 M di kawasan padat penduduk belakang Mall Paragon. Tepatnya di Kampung Sekayu, Kelurahan Sekayu, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang.

Berdasarkan kisahnya, masjid Taqwa Sekayu merupakan peninggalan pemuka agama bernama Kiai Kamal yang merupakan murid dari Sunan Gunungjati. Bangunan yang diklaim sudah berusia ratusan tahun ini dapat dibuktikan dengan adanya sejumlah peninggalan yang ada. Di antaranya kubah, empat tiang besar di dalam masjid, kayu pada pintu, dan sumur yang tak pernah surut airnya meski saat kemarau.

Selamat Idulfitri 2024

Ketua Takmir Masjid Taqwa Sekayu, Kurnia Fachrurrozy mengatakan bahwa masjid Taqwa Sekayu ini mempunyai hubungan erat dengan Masjid Agung Demak. Bahkan berdasarkan informasi yang dirinya terima, masjid ini dibangun lebih dahulu pada tahun 1413 M, sementara Masjid Agung Demak dibangun pada tahun 1420 M.

Baca juga:  Warga Tambakrejo Akui Belum Ada Realisasi Pengembangan Kampung Nelayan

“Informasinya memang seperti itu. Masjid ini (Masjid Taqwa Sekayu, Red.) lebih tua dari Masjid Agung Demak. Bahkan sebagian kayu untuk membangun Masjid Agung Demak berasal dari Sekayu,” kata Rozy pada Joglo Jateng saat ditemui di rumahnya, baru-baru ini.

DALAM GANG: Jalan masuk menuju Masjid Sekayu. (LU’LUIL MAKNUN/JOGLO JATENG)

Karena menyimpan banyak sejarah dan menjadi bukti dari peradaban Nusantara, Takmir Masjid Sekayu masih mempertahankan isi bangunan. Meski beberapa kali dilakukan pemugaran, peninggalan asli dari awal dibangunnya masjid masih dipertahankan. Seperti pada kubah, empat tiang besar di dalam masjid, bagian pintu, dan sumur.

Baca juga:  Tim Futsal USM Juara 2 Turnamen Ramadan Cup

“Mustaka masjid (kubah, Red.), soko empat (tiang besar berjumlah empat, Red.), pintu tiga, juga masih pakai yang dulu, sama sumur yang masih digunakan sampai saat ini,” jelas Rozy.