Ratusan Pelajar Ikuti Ujian Praktik Rawat Jenazah

PROSES: Dengan menggunakan manekin sebagai alat praktik, siswa-siswi MA NU Miftahul Falah nampak lancar mengikuti ujian praktik merawat jenazah, belum lama ini. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Sebanyak 200 siswa-siswi Masrasah Aliyah (MA) Nahdlatul Ulama (NU) Miftahul Falah (Miffa) mengikuti ujian praktik merawat jenazah. Dengan menggunakan manekin sebagai alat praktiknya, mereka nampak lancar dalam mengkafani, mensalati, hingga menguburkan jenazah.

Waka Kurikulum MA NU Miffa, Ainna Khoiron Nawali menjelaskan, materi mengurus jenazah ini memiliki banyak manfaat. Apalagi jika siswa-siswi sudah berbaur di lingkungan masyarakat nantinya.

Selamat Idulfitri 2024

“Ilmu merawat jenazah sangat dibutuhkan dalam masyarakat. Walaupun tidak merawat jenazah orang lain, minimal merawat jenazah saudara-saudara kita yang meninggal. Jika kita tahu ilmunya maka kita bisa memaksimalkan diri sendiri,” jelasnya,

Baca juga:  Pemdes Rahtawu Optimistis Wisatawan Meningkat

Ia menilai, kemampuan siswa dalam menyelesaikan ujian praktik merawat jenazah sudah cukup baik. Menurutnya, ujian praktik merawat jenazah yang disaksikan oleh orang tua ini akan dapat membanggakan orang tua.

“Mereka para orang tua secara langsung bisa melihat kemampuan anaknya yang bisa dalam merawat jenazah. Mulai dari memandikan, mengkafani, mensalati, serta menguburkan jenazah,” ujar Nawali.

Sementara itu, Siswa Kelas XII D MA NU Miftahul Falah Ahmad, Wadirudin mengaku mengalami beberapa kesulitan dalam ujian praktik ini. Menurutnya, bagian yang perlu dipersiapkan saat ujian praktik yaitu mental.

Baca juga:  Baznas Kudus Susun 6 Agenda Selama Ramadan

“Karena belum pernah merawat jenazah, jadi pasti ada hal yang belum maksimal. Jadi perlu persiapan mental. Apalagi didampingi orang tua serta pengujinya kiai-kiai,” ungkapnya.

Siswa kelas XII, Muhammad Fahmi Idris juga mengungkapkan hal yang sama. Meskipun sempat grogi, ia merasa senang karena ujian praktik merawat jenazah ini bisa menjadi bekal jika suatu saat dibutuhkan.

“Jika sudah lulus dapat bantu-bantu keluarga yang ditinggalkan oleh jenazah. Dan saya pun sebelum ujian sudah menyiapkan dari jauh-jauh hari sekitar satu minggu sebelumnya,” ujar dia. (cr1/adf)