Takjil Drive-Thru UMY Bagikan 5.000 Takjil Setiap Hari

ANTRE: Mahasiswa UMY tengah mengikuti drive-thru untuk mendapatkan takjil di selasar gedung AR Fakhruddin A, Kampus terpadu UMY, Minggu (17/3/24). (MUHAMMAD ABU YUSUF AL BAKRY/JOGLO JOGJA)

UNIVERSITAS Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali membagikan 5.000 takjil kepada mahasiswa selama bulan Ramadan. Aksi ini dilakukan melalui pembagian drivethru di selasar gedung AR Fakhruddin A, Kampus terpadu UMY, dan juga di Masjid K.H Ahmad Dahlan UMY.

Rektor UMY, Prof. Dr. Ir. Gunawan Budiyanto mengungkapkan, pembagian takjil dilakukan setiap harinya selama bulan suci Ramadan. Pada hari pertama puasa, Senin (11/03), UMY telah membagikan 4.500 takjil untuk mahasiswa, mengingat hari itu masih merupakan hari libur.

Selamat Idulfitri 2024

“Hari berikutnya, UMY akan membagikan 5.000 takjil setiap harinya. Dari jumlah tersebut, 3.500 takjil akan dibagikan melalui drivethru, sementara 1.500 takjil lainnya akan dibagikan di Masjid K.H Ahmad Dahlan UMY,” ungkapnya.

Baca juga:  GPM Stabilkan Harga Bahan Pokok Jelang Lebaran

Pihaknya menyebut, Syarat pengambilan takjil cukup mudah. Hanya menunjukkan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) atau Kartu Rencana Studi (KRS), menggunakan helm, menutup aurat, tidak berbonceng tiga, tidak berbonceng dengan lawan jenis. “Sementara itu, bagi yang mengambil takjil di masjid K.H Ahmad Dahlan UMY, kami wajibkan untuk mengikuti kajian yang diselenggarakan di masjid,” jelasnya.

Kegiatan pembagian takjil ini merupakan bagian dari program mengabdi UMY yang diadakan setiap bulan Ramadan. Sekaligus kelanjutan dari program pandemi Covid-19 tahun 2020.

“Program keberlanjutan ini kami laksanakan atas permintaan yang terus-menerus dari mahasiswa. Dengan pembagian takjil ini, diharapkan dapat membantu mahasiswa yang sedang menjalankan ibadah puasa dengan lebih tenang dan bersemangat,” tuturnya.

Baca juga:  Farmasi UMY Raih Akreditasi Unggul

Sementara itu, Helmy Prihatmojo, mahasiswa angkatan 2020 di Jurusan Hubungan Internasional, mengalami pengalaman yang cukup menarik ketika mengikuti takjil drivethru. Dirinya pertama kali mengikuti kegiatan tersebut pada 2022.

“Dulu ketika awal-awal ada takjil drivethru, kami harus antre sejak pukul 14:00 atau 15:00. Saat itu mahasiswa sangat antusias, sehingga mengakibatkan kemacetan di ring road kampus dan sulitnya mobilitas di area kampus,” tuturnya. (suf/abd)