Disnaker Pemalang Awasi Pemberian THR di 50 Perusahaan, Pastikan Hak Pekerja Terpenuhi

Kepala Bidang Hubinsyakel dan Jamsos Disnaker Pemalang Titik Widiastuti.
Kepala Bidang Hubinsyakel dan Jamsos Disnaker Pemalang Titik Widiastuti. (UFAN FAUDHIL/JOGLO JATENG)

PEMALANG, Joglo Jateng – Jelang pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) 2024, Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Pemalang akan gelar monitoring keliling ke 50 perusahaan awasi prosesnya. Hal ini dilakukan agar setiap perusahaan memberikan hak para pekerja sesuai dengan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 6 Tahun 2016 tentang THR Keagamaan bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan, serta surat edaran Kemenaker yang menghimbau seluruh perusahaan memberikan THR paling lambat tujuh hari sebelum hari raya.

Kepala Disnaker Pemalang Umroni melalui
Kepala Bidang Hubungan Industrial, Syarat Kerja dan Jaminan Sosial (Hubinsyakel dan Jamsos) Titik Widiastuti mengatakan perkiraan jika sesuai agenda pihaknya akan laksanakan monev pengawasan THR pada 25 Maret hingga 3 April nanti. Tujuannya untuk memberikan penekanan kepada seluruh perusahaan di Kabupaten Pemalang memberikan hak pekerja maksimal H-7 sebelum lebaran.

Selamat Idulfitri 2024

“Kira-kira kita akan laksanakan pada akhir Maret ini, sampai awal April dengan mengambil sampling 40-50 perusahaan untuk dilakukan monitor kepastian pemberian THR 2024. Kalau melihat tahun sebelumnya semuanya melaksanakan THR sesuai aturan walaupun ada satu yang kecolongan ternyata baru 50 persen memberikan THR di PT Cahaya Timur Garment,” terangnya.

Baca juga:  105 Lansia Terima Santunan

Ia menuturkan, dari data Disnaker Kabupaten Pemalang terdapat kurang lebih 470 perusahaan yang berdiri dan melaksanakan produksi di Pemalang. Dengan total pekerja 26.633 orang pekerja yang bekerja di Kabupaten Pemalang dari data Disnaker Pemalang, mereka harus menerima THR sesuai dengan Permenaker Nomor 6 Tahun 2016 tentang THR Keagamaan bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan, yang bermasa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih maka mendapat THR sebesar satu bulan upah. “waktu monev UMK bulan lalu, kebanyakan perusahaan sudah menyiapkan pemberian THR tahun ini dan menyatakan kesiapannya,” tuturnya.

Baca juga:  Jelang Lebaran, Harga Sejumlah Bakepok di Pemalang Naik

Lebih lanjut dalam penanganannya, PT Cahaya Timur Garment di 2023 sebelumnya telah memberikan surat untuk diberikan keringanan pemberian THR, namun Disnaker menolak dan meminta perusahaan memberikan hak pekerja sesuai aturan. Sehingga ketika kasus ini mencuat dirinya merasa kecolongan karena telah dilayangkan surat peringatan sebelumnya. Terkait perkembangan kasus ini, pihaknya memastikan seluruh buruh di perusahaan tersebut telah diberikan gaji sesuai dengan aturan.

“Saya himbau dan harap perusahaan bisa berikan THR sesuai aturan, belajar dari kasus ini. Untuk perkembangan kami akan mengadakan mediasi perusahaan dan para pekerja dengan mengundang mediator provinsi untuk bisa memberikan sisa THR tahun sebelumnya dan 2024 ini. Sebab sesuai aturan mereka masih berstatus pekerja dan harus menerima THR,” pungkasnya.(fan/rds)