Dorong Wisata Kuliner Organik, Jateng Diminta Buat Branding Baru

Anggota DPD RI Jawa Tengah, Abdul Kholik
Anggota DPD RI Jawa Tengah, Abdul Kholik. (LU'LUIL MAKNUN/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Anggota DPD RI Jawa Tengah Abdul Kholik mendorong potensi wisata di Jateng melalui kuliner organik. Terlebih masing-masing daerah memiliki keunggulan di bidang makanan lokal.

“Jateng butuh branding baru wisata terutama Semarang. Makanya kita berharap Pemda membuat sebuah kebijakan yang menyatukan kawasan ini dalam sebuah branding ikon wisata baru yang kuat sehingga semua daerah diuntungkan dan potensi wisata bisa semakin berkembang,” jelas Kholik dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema ‘Prospek Pengembangan Kuliner Organik sebagai Produk Unggulan Pariwisata Jawa Tengah’, belum lama ini.

Selamat Idulfitri 2024

Pihaknya menyebut Kota Semarang sebagai Ibu Kota Provinsi belum sepenuhnya mampu mengembangkan potensi wisatanya. Kota Lunpia ini justru kalah dengan Solo dan Yogyakarta. “Nah ini menjadi PR kita bersama bagaimana mendorong semua potensi pariwisatanya bisa berkembang,” imbuhnya.

Baca juga:  DPRD Kota Semarang Minta Disdik Teliti saat Lakukan Asesmen Kategori Siswa Pendaftar Inklusi

Ia menambahkan salah satu upaya yang bisa dilakukan dengan memperbanyak produk-produk wisatanya. Misalnya Kota Lama sebagai ikon harus mempunyai keunggulan lain, tidak hanya mengandalkan sejarahnya tapi juga bergerak ke potensi kulinernya

“Sekarang ini misalnya Kota Lama sebagai ikon, kita ingin ada ikon lain yang bisa mengangkat itu. Salah satunya adalah kuliner organik,” tegasnya.

Lebih lanjut kata dia, dari 106 juta kunjungan wisatawan ke Jateng, sebanyak 47 persen pengeluarannya adalah kuliner. Karena itu apabila Kota Semarang mempunyai branding baru sebagai salah satu pusat kukiner organik, maka hal itu akan menjadi daya tarik yang baru bagi wisatawan yang datang.

Baca juga:  Tanggap Bencana Banjir, SEKAR Bank Jateng Salurkan Bantuan Bagi Warga Terdampak di Pati, Kudus dan Demak

“Kita ada keinginan branding baru untuk menyatukan seluruh potensi wisata di Semarang dan sekitarnya. Dalam sebuah branding yang bisa menarik dan bisa menambah selain Kota Lama,” tandasnya.

Pada kesempatan itu juga hadir perwakilam dari Disporapar Jateng, Distanbun Jateng, BPS Jateng, PHRI Jateng, hingga Perkumpulan Usaha Ekonomi Kreatif (Puspa Era) dari D.I Yogyakarta. (luk/gih)