Kudus  

Konsumsi Pertalite Diprediksi Naik, Stok di Kudus Dijamin Aman

BBM: Tampak kendaraan pengisi bahan bakar minyak. Diprediksi konsumsi masyarakat mengalami kenaikan hingga 9 % selama bulan suci Ramadan. (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus menjaga stabilitas kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) solar dan pertalite selama Ramadan. Hal ini bertujuan untuk mengurangi terjadinya lonjakan konsumsi.

Berdasarkan data yang dihimpun Joglo Jateng, jumlah kuota tahun ini solar sebanyak 78.650 liter dan pertalite sebanyak 101.573 liter. Hal tersebut, dapat dipastikan jumlah ketersediaan stok masih aman.

Selamat Idulfitri 2024

Kepala Bidang Fasilitasi Perdagangan, Promosi dan Perlindungan Konsumen, Minan Mochamad mengatakan, selama Ramadan, dia memastikan jumlah kebutuhan BBM terkendali dengan baik. Artinya, persiapan ketika ada lonjakan kebutuhan stoknya masih aman.

Baca juga:  Peralihan Cuaca,Warga Diminta Terapkan Pola Hidup Sehat

“Karena dirasa tahun sebelumnya stoknya masih aman. Sehingga tahun ini bisa dibilang lebih aman. Selebihnya bisa menjadi cadangan antisipasi ada peningkatan jumlah yang dibutuhkan,” ucapnya.

Sementara itu, Manager Communication, Relations, & CSR JBT PT Pertamina Patra Niaga, Brasto Galih Nugroho menyampaikan, berdasarkan realisasi konsumsi tahun lalu, diperkirakan akan terjadi kenaikan konsumsi sebesar 4-5 persen di periode Jumat-Minggu, 8-10 Maret 2024. Presentase tersebut dibandingkan dengan rerata harian normal di periode Januari – Februari 2024.

“Produk BBM jenis Gasoline (Pertalite dan Pertamax Series) juga diprediksi mengalami kenaikan konsumsi hingga 9 % selama bulan suci Ramadan bila dibandingkan rata-rata harian normal Januari-Februari 2024,” terangnya.

Baca juga:  Polres Kudus Lakukan Sidak Stok BBM

Untuk memastikan pemenuhan atas proyeksi peningkatan konsumsi tersebut, Pertamina Patra Niaga memastikan kehandalan operasional dimulai dari terminal, mobil tangki hingga SPBU dan SPBE.

“Ketahanan stok saat ini untuk Solar di angka 13,4 hari, Pertalite 8,9 hari, seluruh BBM non subsidi di angka 10 -51 hari. Angka tersebut adalah angka yang mencukupi kebutuhan konsumen,” imbuhnya. (cr3/fat)