Sepekan Ramadan, Harga Ayam kian Melambung

LAYANI: Pedagang ayam potong terlihat sedang membungkus ayam melayani konsumen, belum lama ini. (JANIKA IRAWAN/JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja – Dalam satu pekan berlangsungnya bulan puasa ini, harga ayam potong kian melambung tinggi mencapai Rp40.000 per kilogram. Kenaikan ini disinyalir menjadi sebab turunnya minat masyarakat untuk membeli daging ayam potong.

Pedagang daging ayam di pasar Bantul Mutriasih (55) menyampaikan, kenaikan harga yang potong ini sudah berlangsung cukup lama. Hanya saja, kenaikan itu tidak terjadi secara spontan, melainkan bertahap.

Selamat Idulfitri 2024

“Kenaikan ini terjadi sudah lama, sejak tanggal 20 Februari lalu. Sebelumnya mulai dari harga Rp30.000, kemudian menjadi Rp32.000, naik lagi jadi Rp35.000, dan sampai saat ini terus naik hingga tembus Rp40.000 per kilogramnya,” terangnya, Senin (18/3/24).

Baca juga:  Ekonomi Sirkular sebagai Solusi Masalah Sampah

Dirinya pun mengungkapkan, setalah sepekan bulan Ramadan bergulir, daya beli masyarakat terhadap daging ayam potong cenderung menurun. Kondisi itu berbeda dengan beberapa hari sebelumnya yang dinilai cukup ramai.

“Sekarang ini, sepekan puasa daya beli menurun dan harganya juga  belum turun. Tapi sepi konsumen ini baru terjadi hari ini, awal puasa kemarin ramai,” ujarnya.

Mutriasih mengaku, dalam satu hari biasanya membeli 25 ekor ayam atau 50 kilogram ayam dari rumah potong untuk dijual kepada konsumen. Jumlah tersebut kadang habis terjual dalam satu hari, kadang pula sampai beberapa hari.

Baca juga:  Posko Pengaduan THR di Yogyakarta akan Dibuka, Ini Infonya

“50 kilogram itu kadang habis dalam sehari, kadang tidak. Kalau belum habis, nanti bisa dimasukkan ke freezer buat dijual besoknya. Atau, untuk menyiasati ayam dibuang karena tidak habis terjual, biasanya saya buat bakso untuk dijual lagi,” tandasnya. (nik/abd)