Demak  

Demak Berstatus Tanggap Darurat Bencana Alam

TERGENANG AIR: Warga melewati banjir di Jalan Sultan Fatah, Demak, Selasa (19/3/24). (ANTARA/JOGLO JATENG)

DEMAK, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten Demak menetapkan status tanggap darurat bencana banjir dan bencana alam lainnya. Hal ini menyusul terjadinya banjir yang tersebar di 13 kecamatan.

“Penetapan status tanggap darurat dimulai tanggal 17 Maret 2024 hingga 14 hari ke depan,” kata Bupati Demak Eisti’anah, belum lama ini.

Selamat Idulfitri 2024

Ia berharap dengan adanya penetapan status tanggap darurat tersebut, Kementerian PUPR bisa leluasa menggelontorkan anggarannya. Yakni untuk mendukung pengerjaan perbaikan tanggul Sungai Wulan.

Terkait dengan kebutuhan logistik, kata dia, masih kekurangan. Karena dampak banjir melanda puluhan desa yang tersebar di 13 kecamatan dari 14 kecamatan yang ada di Kabupaten Demak.

Baca juga:  Dandim 0716 Demak Gelar Acara Kenaikan Pangkat dan Purna Tugas

“Dengan kondisi demikian, konsentrasi kami juga terbagi begitu banyaknya. Sehingga, kami akan berkoordinasi dengan BNPB dan Pemerintah Provinsi terkait ketersediaan logistik untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi yang tersebar di 30-an lokasi lebih,” ujarnya.

Pelaksana tugas Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak M. Agus Nugroho Luhur P menambahkan bahwa pemkab sejak Desember 2023, sudah menetapkan status siaga darurat bencana. Karena sebelumnya siaga darurat bencana kekeringan selesai bulan 31 November 2023.

Kemudian, kata dia, tanggal 8 Februari 2024, terjadi banjir besar. Sehingga statusnya dari siaga dinaikkan menjadi tanggap darurat bencana selama 14 hari.

Baca juga:  Optimalkan Pelayanan di Tengah Musibah Banjir, Bank Jateng Cabang Demak Buka Layanan Mobil Kas Keliling 

“Karena 14 hari belum cukup, saran dari BNPB dan BPBD Provinsi akhirnya diperpanjang 14 hari lagi. Setelah selesai tanggal 4 Maret 2024 dan selesai bersih-bersih tempat yang banjir, tanggal 13 Maret 2024, tanggul sungai di Demak jebol dan Bugel juga belum maksimal penutupanya. Tanggulnya jebol lagi,” ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak, pada Senin (18/3/24), tercatat ketinggian banjir di 11 Kecamatan tersebut antara 30-80 cm. Sebanyak 93.149 jiwa terdampak dan 22.725 jiawa diantaranya mengungsi.

Baca juga:  Dandim 0716 Demak Gelar Acara Kenaikan Pangkat dan Purna Tugas

Hingga kemarin, Pemkab Demak telah mendirikan lokasi pengungsian di 45 titik.  BPBD Kabupaten Demak bersiaga dengan kondisi banjir tersebut mengingat hingga Selasa (19/03/24) siang banjir semakin meluas.

Berdasarkan pantauan tim pemberitaan Kominfo, aliran air banjir sudah melebar mengenangi sepanjang Jalan Sultan Fatah (Bogorame) menuju di depan Jalan Gedung Demak Sport Center. Untuk mengurangi tingginya genangan air yang masuk permukiman penduduk, masyarakat kampung Bogorame membendung aliran air banjir dengan kantong sak berisi pasir. (ara/hms/adf)