Pemkab Sleman Gandeng F-KAMY Berantas Miras Ilegal dan Oplosan

BERSAMA: Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo saat berbincang-bincang dengan F-KAMY, belum lama ini. (HUMAS/JOGLO JOGJA)

SLEMAN, Joglo Jogja – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman terus berupaya berantas peredaran Minuman Keras (miras) ilegal dan oplosan di Bumi Sembada dengan operasi yustisi, non yustisi, dan edukasi. Untuk mewujudkan hal tersebut, sinergitas dari beberapa elemen terus digencarkan.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan, ia menjalin sinergitas dengan Forum Komunikasi Anti Miras Yogyakarta (F-KAMY) dalam upaya menekan peredaran minuman keras ilegal dan oplosan. Pihaknya berencana memasang spanduk sebagai media edukasi bahaya miras di setiap kapanewon yang ada di Sleman.

Selamat Idulfitri 2024

“Kami akan membentuk tim untuk melaksanakan kegiatan ini. Upaya ini memerlukan kolaborasi dan sinergi dari berbagai pihak. Kami akan berupaya semaksimal mungkin agar generasi muda di Sleman tidak terjerumus di minuman keras,” katanya, Selasa (19/3/24).

Baca juga:  Dispar Bantul Targetkan Kunjungan Wisatawan Capai 250 Ribu Orang

Sementara itu, Ketua F-KAMY Diah Puspitasari mengaku resah dengan peredaran minuman keras, baik oplosan maupun miras ilegal yang dapat membahayakan generasi muda. Dikatakan bahwa kenakalan remaja seperti klithih banyak terjadi akibat pengaruh minuman keras yang semakin tidak terkontrol.

“Saat ini, keberadaan minuman keras justru semakin mudah dijangkau oleh masyarakat dan harganya pun murah. Anak usia SMP dan SMA bisa dengan mudah mendapatkan miras,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Satpol PP Sleman, Shavitri Nurmala Dewi menjelaskan, pihaknya telah melakukan beberapa langkah untuk mengantisipasi peredaran miras ilegal dan oplosan, dengan operasi yustisi dan operasi non yustisi. Operasi yustisi ditujukan untuk memberantas peredaran miras ilegal. (bam/abd)