Pemkot Yogyakarta Masih Dapat Kuota Sampah 135 Ton di TPST Piyungan

KERJAS SAMA: Petugas saat membersihkan tumpukan sampah di Depo Kotabaru, beberapa waktu lalu. (RIZKY ADRI KURNIADHANI/JOGLO JOGJA)

KOTA, Joglo Jogja – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta masih mendapatkan kuota pembuangan sampah di Tempat Pembuangan sampah Terpadu (TPST) Piyungan hingga 135 ton per harinya. Hal itu lantaran penutupan permanen baru akan dilakukan pada April mendatang.

Penjabat (Pj) Wali Kota Yogyakarta, Singgih Raharjo mengatakan, Kota Yogyakarta sampai saat ini masih mendapatkan jatah pembuangan sampah di TPST Piyungan. Pembuangan ini baru akan berhenti menunggu perintah Pemerintah DIY. “Sampai saat ini, Kota Yogyakarta masih diberi kesempatan untuk membuang sampah di TPST Piyungan 135 ton per hari,” ujarnya.

Selamat Idulfitri 2024

Lebih lanjut, meskipun beberapa lalu dilakukan penanda penutupan di TPST Piyungan, namun secara resmi baru akan ditutup pada April. “Untuk tanggalnya masih ditunggu sesuai arahan Pemerintah Daerah DIY. Tepatnya kapan, yang tahu Pemerintah Daerah DIY,” tambahnya.

Baca juga:  Raih Juara Umum, Atlet Popda di Sleman Diganjar Ratusan Juta

Berkaitan dengan akan ditutupnya TPST Piyungan, pihaknya akan melakukan penguatan TPST di beberapa wilayah. Seperti yang ada di TPST Nitikan, di mana kapasitas per hari mengelola sampah 5 hingga 10 ton akan ditingkatkan menjadi 40 ton.

“Kami akan menata ulang TPST Nitikan, karena di sana dilakukan tambal sulam, sehingga terkesan lebih sempit. Nantinya akan kita buat lokasi itu menjadi lebih luas,” jelasnya.

Selain itu, di TPST Karang Miri Umbulharjo juga dilakukan pembangunan akses jembatan. Sehingga, akses keluar masuk lokasi tersebut dapat lebih mudah, serta nantinya kapasitas sampah yang diangkut dapat lebih banyak

Baca juga:  Jelang Idulfitri, Harga Daging Sapi Cenderung Naik

“Saat ini di TPST Karang Miri untuk mengangkut sampah haus menggunakan kendaraan roda tiga saja. Kita rencanakan ada peningkatan kapasitas dari 5-10 ton bisa bertambah menjadi 20-25 ton per harinya,” imbuhnya

Selain peningkatan kapasitas volume sampah yang dikelola di TPST, Pemkot Yogyakarta juga akan menambah jam operasional depo-depo yang selama ini beroperasi pukul 6.00 hingga 13.00 WIB. “Kita semua memproduksi sampah, bagaimana harus kita olah. Ini yang saya kira masyarakat harus diberi pemahaman. Sehingga Pemkot Yogyakarta optimis menyelesaikan masalah sampah,” pungkasnya. (riz/abd)