Seruput Kuah Sedapnya Mie Gepeng Pangsit Pak Totok

MERACIK BUMBU: Pak Totok sedang memasak Mie Gepeng Pangsit di warungnya di Jalan Cilosari Dalam, Kelurahan Kemijen, Kecamatan Gayamsari, beberapa waktu lalu. (FADILA INTAN QUDSTIA/JOGLO JATENG)

MENYERUPUT kuah sedapnya mie gepeng pangsit di kedai Pak Totok sangat cocok dinikmati saat musim hujan di Kota Semarang. Tempat kuliner ini berlokasi di Jalan Cilosari Dalam, Kelurahan Kemijen, Kecamatan Gayamsari. Buka setiap hari dari pukul 16.00 hingga 22.00.

Mie Gepeng Pangsit Pak Totok menjadi salah satu destinasi kuliner hidden gem yang cita rasanya tak kalah dengan mie lainnya. Meskipun, tempat ini tak memiliki plang atau spanduk nama dan berada di tengah banyak bangunan lain.

Selamat Idulfitri 2024

Pemilik usaha Mie Gepeng Pangsit Pak Totok, Suyanto mengatakan, bumbu kuah asin dan mie yang dibentuk pipih menjadi ciri khas dari kudapan ini. Berbeda dengan mie pada umumnya, ia menggeprek bawang dan cabai langsung pada mangkok. Pengunjung pun bebas meminta berapa level kepedasannya.

Baca juga:  Kunjungan Wisata ke Sam Poo Kong Meningkat 20 Persen

“Mie pangsit itu ciri khasnya seger polos, nggak pakai kecap nggak pakai saos. Jadi pakai cabai itu. Pernah ada yang satu mangkok 10 biji lebih,” ucap Totok, sapaan akrab Suyanto, saat dikonfirmasi Joglo Jateng, beberapa waktu lalu.

TERSAJI: Mie gepeng pangsit dengan bumbu kuah asin racikan Suyanto. (FADILA INTAN QUDSTIA/JOGLO JATENG)

Warung miliknya telah berdiri sejak 1960. Totok sendiri meneruskan usaha orang tuanya.

“Bapak asli Wonogori merantau ke Semarang ikut orang China di Gang Baru. Diajari bikin mie terus disuruh jualan sendiri, akhirnya buka sendiri sampai sekarang. Saya generasi kedua,” jelasnya.

Mie buatannya memiliki cita rasa khas China. Itu karena Tumin, sang ayah, mempelajari cara memasak mie dengan seorang wirausaha Tionghoa di Kawasan Pecinan.

Baca juga:  Nastar dan Kastengel Jadi Primadona di Chocky and Cookies

“Setelah ayah meninggal dunia, saya mulai meneruskan warung mie gepeng pangsit sejak tahun 1970. Dan saya tidak mengubah sedikitpun resep dari orang tua,” ujarnya.

Harga Mie Gepeng Totok Pak Totok sangat terjangkau, yakni Rp7 Ribu saja untuk tiap porsinya. Dalam sehari, Totok bisa menjual lebih dari 100 porsi.

“Nyiapinnya olahan mienya ya 7 kilogram gandum. Tiap pagi bikin sendiri,” ujarnya. (int/adf)