Nikmati Berbagai Kuliner Ramadan di Alun-alun Masjid Agung Kauman Semarang

SUASANA: Para pengunjung mencari takjil di Alun-alun Masjid Agung Kauman Semarang, belum lama ini. (FADILA INTAN QUDSTIA/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Untuk mencari beragam menu makanan dan minuman berbuka puasa, masyarakat bisa mendatangi Alun-alun Masjid Agung Kauman Semarang (MAS). Stand-stand kuliner yang ada terbilang cukup lengkap. Ada camilan, makanan berat, hingga macam-macam minuman.

“Soalnya kan aku merantau tapi baru 3 kali datang kesini, biasanya aku beli takjil itu yang makanan legendarisnya. Seperti ketan biru, coro santan, sama petis bumbon,” ucap salah satu pengunjung asal Blora, Yasmin (25) kepada Joglo Jateng, belum lama ini.

Menurutnya, ketiga makanan itu sangat enak dan memiliki cita rasa yang cukup khas. Terlebih, semua makanan itu hanya ada setiap bulan Ramadan saja.

Baca juga:  Harganas Targetkan 10 Ribu Peserta se-Indonesia

“Harganya standar soalnya sesuai kualitas dan rupanya. Terus disini juga bisa buka puasa di alun-alunnya kan ada tanah lapang. Suasananya enak sambil ngabuburit,” jelasnya.

Menurut pantauan Joglo Jateng, pukul 17.00 sudah banyak pengunjung yang sudah mengantongi beberapa cemilan, makanan berat dan minuman di tangannya untuk dibawa pulang ke rumah. Ada juga sebagian dari mereka ngabuburit dengan duduk di meja kursi yang telah disediakan oleh panitia di setiap sudut alun-alun.

Sementara itu, Ketua Pengelola Kuliner Aloon Aloon MAS, Choirul Ichsan menyampaikan kuliner Ramadan ini memang sudah menjadi tradisi di setiap bulan puasa. Ada dua event yang diadakan oleh MAS, yakni kajian Islami yang berasa di serambi masjid, dan keramaian alun-alun dengan beraneka ragam kuliner.

Baca juga:  Pemkot Semarang Diminta Konsolidasi Pengadaan Khusus Barang dan Jasa

“Jadi kita ada dua sisi, 1 sisi agama, 1 sisi ekonomi supaya kehidupan ini berjalan dengan keseimbangan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, ada kurang lebih 98 stand kuliner yang disediakan. Mulai dari makanan kekinian hingga tradisional. Seperti contohnya gudeg martabak, serabi, bakso bakar, seafood, rajungan, kerang.

“Lalu ada juga es krim es dawet, petis bumbon, nasi ayam, gudeg, nasi kebuli,” lanjutnya.

Dirinya bersyukur, setiap tahun kuliner Ramadan ini selalu ramai pengunjung. Meskipun, sempat sepi karena dampak cuaca ekstrem dan banjir beberapa hari yang lalu.

Baca juga:  Disdikbud Jateng Evaluasi Insiden Piagam Palsu

“Semua disyukuri. Pengunjung agak berkurang tapi alhamdulillah semakin kesini semakin ramai. Banyak turis. Ada dari Belanda, Jepang, Turki, dan pengunjung lokal juga banyak,” pungkasnya.

Jam operasional di Kuliner Ramadan ini setiap hari mulai pukul 16.30 sampai 21.30. Khusus malam minggu tutup sampai 22.30. (int/adf)