Pemkab Bantul Dukung Raperda Fasilitas Penyelenggaraan Ponpes, Wujudkan Pendidikan Berkualitas untuk Generasi Emas 2045

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih. (JANIKA IRAWAN/JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul memberikan dukungan terkait dengan usulan Raperda Prakarsa DPRD Triwulan I. Di mana salah satu poin yang disampaikan yakni fasilitas penyelenggaraan pondok pesantren (Ponpes).

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyampaikan, pihaknya menyambut baik inisiatif dewan tentang fasilitas penyelenggaraan pondok pesantren ini. Apalagi hal itu akan sangat berdampak terhadap kualitas pendidikan Ponpes.

Selamat Idulfitri 2024

“Tentu, karena dewan ini memiliki fungsi legislasi, maka pemerintah merespons dan mendukung. Karena memang tidak ada yang bertentangan dengan inisiatif itu,” ungkapnya, Rabu (20/3/24).

Baca juga:  Pastikan Ketersediaan Stok, Lakukan Pemantauan BBM

Menurutnya, usulan ini akan dibicarakan lebih lanjut antara pemerintah dan dewan perihal apa fasilitas apa saja yang diperlukan ponpes. Apalagi, selama ini pemerintah hanya menaruh perhatian pada pendidikan formal seperti Sekolah Dasar (SD) atau Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau Madras Tsanawiyah (MTs).

“Pesantren itu lembaga pendidikan non formal, di dalamnya ada pengajian, ada pengembangan SDM bidang ekonomi juga ada, pendidikan karakter juga jelas. Sehingga nanti, fasilitasi apa saja dari pemerintah untuk pondok pesantren yang nanti akan di tuangkan ke dalam Perda,” terangnya.

Baca juga:  3 Pasar Tradisional di Yogyakarta Kini Punya Mesin Pencacah Sampah Organik

Halim menjelaskan, dukungan terhadap usulan ini juga sudah memiliki aturan hukum yang jelas, yakni undang-undang tentang pondok pesantren. “Kemudian, dari itu diturunkan ke dalam perda. Beberapa daerah juga telah melakukan itu,” ujarnya.

Selain itu, dirinya juga mengatakan urgensi dari pembahasan Raperda ini dikarenakan ponpes merupakan salah satu tempat berkumpul anak-anak muda. Untuk itu, keberadaan pesantren ini menjadi sangat penting dalam rangka menyongsong kemajuan Indonesia di masa depan.

“Problem kita hari ini bagaimana menyiapkan SDM yang kuat, baik dari sisi kompetensi maupun dari sisi karakter untuk menyambut Indonesia emas 2045. Ponpes itu kan memiliki sistem pendidikan yang komplit menyangkut pengembang kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, lalu kecerdasan spiritual,” terang Halim.

Baca juga:  Operasional TPST Tamanmartani belum Maksimal

Sehingga pihaknya berpandangan, ponpes merupakan tempat yang bagus dalam memupuk kader-kader bangsa menyambut Indonesia emas 2045. “Kita butuh generasi mudah tidak hanya cerdas secara intelektual tapi juga cerdas secara emosional, cerdas secara sosial apalagi spiritual. Maka nanti pemerintah akan memfasilitasi sesuai dengan kemampuan daerah,” pungkasnya. (nik/abd)