Pemkot Yogyakarta Dukung Program Satu Perawat Satu Kampung

Pj Wali Kota Yogyakarta Singgih Raharjo
Pj Wali Kota Yogyakarta Singgih Raharjo. (RIZKY ADRI KURNIADHANI/JOGLO JOGJA)

KOTA, Joglo Jogja – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mendukung program satu perawat satu kampung yang dicanangkan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). Hal itu dilakukan untuk membantu 4.000 perawat yang belum memiliki pekerjaan tetap.

Penjabat (Pj) Wali Kota Yogyakarta Singgih Raharjo mengungkapkan, akan mendukung penuh program Dewan Pengurus Daerah (DPD) PPNI Kota Yogyakarta, salah satunya tindak lanjut dari program satu perawat untuk satu kampung. Ide yang diberikan dinilai tepat, di mana perawat merupakan ujung tombak, baik di rumah sakit maupun di masyarakat.

Selamat Idulfitri 2024

“Ini akan segera kita diskusikan program satu perawat untuk satu kampung. Karena ini sangat diperlukan di masyarakat,” ungkapnya.

Baca juga:  Gelar Workshop Teknik Audio, Hadirkan Praktisi Internasional

Lebih lanjut, program satu perawat untuk satu kampung ini akan menunjang Kota Yogyakarta terhadap pemenuhan dan penguatan kesehatan seperti dalam posyandu. Di mana program tersebut dibutuhkan untuk penurunan stunting serta pendampingan gizi.

“Perawat sangat dekat dengan masyarakat. Harapannya, terus menjalankan profesinya dengan penuh semangat, berbekal dari pengalaman yang ada. Selain itu, perawat bisa meningkatkan soft skill mereka,” imbuhnya.

Selaras dengan hal tersebut, Ketua DPD PPNI Kota Yogyakarta Subworo menambahkan, jika program satu perawat untuk satu kampung terealisasi, itu akan sangat membantu perawat yang ada di Kota Yogyakarta. Lantaran saat ini masih ada 4.000 perawat yang belum memiliki pekerjaan.

Baca juga:  Farmasi UMY Raih Akreditasi Unggul

“4.000 perawat ini belum semua mendapatkan pekerjaan yang tetap. Sehingga dengan adanya ide ini, memungkinkan perawat mendapatkan pekerjaan,” tambahnya.

Ia menegaskan, akan mendukung dalam penilaian uji kompetensi perawat yang tergabung dalam program satu perawat untuk satu kampung. Terutama pada soft skill perawat yang saat ini belum memiliki pekerjaan tetap.

“Untuk kompetensinya, saya rasa cukup dengan anggota kami yang mencapai 4.000 orang. Jika ini berlangsung, kita siap melakukan seleksi, terutama pada soft skill seperti yang diharapkan Wali Kota Yogyakarta,” pungkasnya. (riz/abd)