Terus Merugi Karena Banjir, Petani Diajak Ikut Asuransi Tani

KONDISI: Lahan pertanian di Desa Banjarsari, Kecamatan Gabus, Pati yang terdampak banjir, beberapa waktu lalu. (LUTHFI MAJID/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Banjir sudah menjadi bencana rutin di Kabupaten Pati yang berdampak terhadap sektor pertanian. Untuk mengurangi beban kerugian, petani di daerah ini pun diajak untuk ikut program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).

Ajakan tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Tanaman Pangan Kementan Republik Indonesia (RI) Suwandi saat meninjau lahan pertanian yang terdampak banjir Desa Banjarsari, Kecamatan Gabus, Pati, beberapa hari lalu. Ia menyampaikan, para petani yang mengalami gagal panen akan mendapatkan ganti rugi jika mengikuti program asuransi tersebut.

Selamat Idulfitri 2024

“Kita mendorong asuransi usaha tani. Kalau diasuransikan 80 persen dibayar pemerintah, 20 persen dibayar petani. Apabila terjadi gagal panen nanti dapat klaim Rp 6 juta per hektar,” kata dia.

Baca juga:  Kasihan! Warga Juwana Pati Ini Terpaksa Dirikan Posko Darurat Sendiri karena Tak Dapat Bantuan

Suwandi mengaku prihatin dengan nasib para petani di Kabupaten Pati. Mengingat, ada ribuan hektar lahan persawahan di Bumi Mina Tani ini yang masih terendam banjir.

“Banjir di Pati menggenangi sawah seluas 7 ribu hektar. Sedangkan seribu lebih hektar di antaranya sudah terjadi puso. Inilah yang menjadi prihatin kami,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, pihaknya juga memberikan sejumlah bantuan kepada petani. Bantuan yang diberikan salah satunya berupa bibit dengan nominal anggaran senilai Rp 1,92 miliar.

Bantuan itu berupa benih padi untuk 2.602 hektare dengan nilai Rp 884,7 juta dan bantuan benih jagung untuk luasan 1.149 hektare dengan nilai lebih dari Rp 1 miliar.

Baca juga:  Pengunjung Lapas Membludak saat Lebaran

Kemudian bantuan lainnya berupa dua unit pompa air dan sepuluh unit irigasi pemompaan. Bantuan alat ini senilai Rp 1,28 miliar ini bertujuan untuk mengurangi resiko kerugian pertanian akibat banjir.

“Kita siapkan 2 pompa air dan 10 unit irigasi pemompaan. Kalau kurang bisa mengajukan untuk nambah. Agar air cepat surut,” ucap Suwandi.

Selain memberikan bantuan pompa air, pihaknya juga bakal menerjunkan sekurang-kurangnya empat alat panen alias combine. Alat ini nantinya untuk membantu petani memanen lahan pertaniannya.

“Ternyata tanaman sudah siap penan. Tapi terdampak banjir. Kami menyiapkan 4 combaine apabila surut bisa langsung panen,” tuturnya.

Baca juga:  Bantul Dipersiapkan Jadi Percontohan Kabupaten Antikorupsi

Sedangkan lahan pertanian yang tidak bisa dipanen dengan combine, lanjut dia, akan dipanen secara manual. Ia juga menjanjikan membayar jasa panen secara manual tersebut.

“Bagi yang tidak bisa dengan combine, kita gerakkan dengan panen manual agar kualitas gabah bisa dipertahankan. Kami minta Bulog agar bisa didistribusikan di hilir,” pungkasnya. (lut/fat)