Masuk Masa Panen, Ketersediaan Beras di Sleman Surplus 4.600 Ton

POTONG : Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo (tengah) bersama Forkopimda Sleman saat melakukan panen padi tanaman sehat di Kalurahan Sindumartani, Ngemplak, Sleman, beberapa waktu lalu. (ADIT BAMBANG SETYAWAN/JOGLO JOGJA)

SLEMAN, Joglo Jogja – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman mencatat, di akhir Februari 2024, ketersediaan beras di Wilayahnya mengalami surplus hingga 4.600 ton. Hal itu karena wilayah Bumi Sembada kini sudah memasuki masa Panen, sehingga pasokan beras di pasar bisa terus berjalan.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan, petani padi di Sleman sejak Februari hingga pertengahan Maret ini mulai memasuki masa panen. Masa itu diperkirakan akan terus bergulir hingga April mendatang. Baru-baru ini, kelompok Tani Tunas Harapan Pencar, Sindumartani, Ngemplak, Sleman, panen raya padi hasil budidaya tanaman sehat, yang akan mendukung ketersediaan dan stabilitas harga.

Selamat Idulfitri 2024

Alhamdulillah ketersediaan beras di akhir Februari lalu telah surplus lebih dari 4.600 ton. Semoga angka ini dapat terus meningkat dan diiringi dengan peningkatan kualitas komoditas panen di masa mendatang,” katanya.

Baca juga:  ASN Dilarang Gunakan Fasilitas Dinas untuk Mudik

Ketersediaan beras di Kabupaten Sleman di Januari 10.402.896 kilogram, sedangkan di Februari meningkat menjadi 12.100.236 kilogram. Sementara kebutuhan masyarakat 7.485.477 kilogram, yang berarti di periode Februari mengalami surplus.

Adanya panen raya di Sindumartani menjadi Kustini juga menjadi berita baik untuk menytabilkan suplai bahan pokok yang sempat mengalami penurunan drastis akibat musim kemarau berkepanjangan beberapa waktu lalu. “Saya harap dengan panen raya ini stok bahan pokok di pasaran semakin stabil, sehingga masyarakat tetap dapat membeli kebutuhan pokok dengan harga terjangkau,” imbuhnya.

Baca juga:  Meditasi selama Berpuasa Jadi Kunci Fokus & Keseimbangan

Kustini juga berharap, keberhasilan panen raya ini memotivasi kelompok tani lain dalam memproduksi padi secara maksimal. Terlebih saat ini akan memasuki masa libur Hari Raya dengan tingkat konsumsi yang meningkat.

“Momen ini saya harap dapat memberikan keuntungan optimal bagi petani. Selain itu, juga memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Sleman, Suyanto menambahkan, Kelompok tani Tunas Harapan, Pencar melaksanakan program Budidaya Padi Sehat. Mereka melakukan pengurangan penggunaan pupuk dan pestisida kimia hingga 50 persen pada lahan seluas 30 ha.

Baca juga:  MTsN 6 Sleman Gelar Sanlat Ajak Siswa Tingkatkan Ilmu Keagamaan

“Yang saat ini dipanen seluas 15 ha. Perkiraan hasil panen sebanyak 7 ton per ha yang berarti akan ada perkiraan tambahan gabah sebanyak 105 ton,” terangnya.

Budidaya Tanaman Sehat dilaksanakan dengan mengoptimalkan peran seluruh komponen agroekosistem seperti musuh alami dan mikroorganisme menguntungkan yang berasosiasi dengan tanaman sehingga kesehatan tanaman, tanah, dan lingkungan akan semakin meningkat. “Budidaya Tanaman Padi Sehat ini, akan menjadi solusi hidup sehat yang harus selalu kita jaga dan lestarikan untuk keberlangsungan masyarakat yang sehat,” tandasnya. (bam/abd)