Kudus  

Pemdes Ngembalrejo Kelola BUMDes dengan Sewa Kios

ASET: Beberapa kios yang disewakan oleh BUMDes Ngembalrejo kepada masyarakat yang keuntungannya dikembalikan ke kas desa. (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Pemerintah Desa Ngembalrejo, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus mengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang paling berpotensi menghasilkan sumber pendapatan dari sewa kios. Hal tersebut, digunakan untuk menyediakan kebutuhan masyarakat lokal maupun pendatang.

Kepala Desa Ngembalrejo, Muhammad Zakaria menyampaikan, sebelum ada BUMDes, desa sudah memiliki bisnis. Seperti, usaha Pamsimas yang bergerak dalam bidang air minum. Untuk perternakan seperti kambing, kerbau dan sapi.

Selamat Idulfitri 2024

Ia menambahkan, ada lagi gilingan padi yang digunakan untuk mengkonversi padi menjadi beras yang siap diolah untuk dikonsumsi maupun disimpan sebagai cadangan makanan pokok. Kemudian, ada toko sembako yang dikelola desa.

Baca juga:  Usia Ke 64, Lesbumi Kudus Konsisten Kembangkan Seni Budaya

“Sebelum adanya BUMDes sudah membangun usaha yang dikelola sendiri. Pemerintah desa (pemdes) mendukung usaha yang dijalankan. Dengan begitu, masyarakat lebih sejahtera, karena usaha desa adalah dari desa, untuk desa,” ucapnya.

Seiring berkembangnya zaman, kata dia, pemdes membentuk BUMDes untuk mengelola usaha desa agar lebih jelas arahnya. Dengan demikian, semua aset desa akan terdata lebih jelas setiap tahunnya. Pendapatan juga akan dikelola BUMDes yang masuk ke dalam kas desa. Sehingga anggarannya lebih longgar.

“Usaha desa yang paling berpotensi menghasilkan banyak sumber pendapatan dari usaha sewa kios. Mendapatkan saldo sebesar Rp 150 juta pertahun. Karena Ngembalrejo ada perguruan tinggi, menjadi lebih banyak mahasiswa luar daerah bermukim disini. Sehingga aset desa lebih berkembang dengan cepat,” tambahnya.

Baca juga:  Polres Kudus Lakukan Sidak Stok BBM

Lanjut dia, jika pendapatan desa banyak, maka kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi. Seperti halnya pelayanan kesehatan, santunan anak yatim, bakti sosial dan bantuan untuk rumah tak layak huni.

“Total saldo yang diterima dari Pendapatan Asli Desa (PAD) Rp 350 juta ditahun 2023. Selanjutnya, bagaimana tahun ini bisa menambah PAD menjadi Rp 1 miliar,” harapnya.

Pihanya berencana, tahun ini BUMDes ada penambahan usaha di bidang kuliner. Seperti warung mie, dan foodcourt. Nantinya, akan mempersiapkan lahan, konsep, dan anggarannya sesuai dengan kebutuhan. Saat ini banyak mahasiswa disini, baik dari warga lokal maupun luar kota.

Baca juga:  Pemdes Rahtawu Optimistis Wisatawan Meningkat

“Kedepannya nanti kalau usahanya sehat dan lancar, akan kita tambahi modal. Sebaliknya, jika usaha tidak jalan harus melakukan pertanggungjawaban atau diserahkan ke pemdes,” jelasnya kepada Joglo Jateng belum lama ini.

Dia berharap, agar BUMDes selalu mempersiapkan dan menggunakan kesempatan sebaik-baiknya. Karena semenjak ada perguruan tinggi, warga pendatang di Desa Ngembal Rejo itu bertambah. Yang mana, dapat meningkatkan sumber pendapatan desa. (cr3/fat)