PPDB SMKN Jateng Sampai 31 Maret

KETERANGAN: Kepala SMKN Jateng Hardo Sujatmiko saat dialog di salah satu radio swasta, belum lama ini. (ISTIMEWA/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – PPDB SMKN Jateng dan SMK Semi Boarding di Jawa Tengah akan berakhir pada 31 Maret 2023 mendatang. Hingga kini sudah ada 2.700 pembuat akun yang mendaftar dari 777 kursi yang tersedia.

Kepala SMKN Jateng di Semarang, Hardo Sujatmiko mengungkap bahwa kebanyakan dari calon peserta didik mendaftarkan diri untuk di SMKN Jateng. Sementara untuk peminat SMK Semi Boarding justru sepi jelang hari penutupan pendaftaran.

Selamat Idulfitri 2024

“Minat warga untuk mendaftar ke SMKN Jateng di Semarang, Pati, dan Purbalingga itu cukup tinggi. Tapi untuk pendaftar SMKN Semi Boarding di 15 kabupaten masih minim, padahal fasilitas yang diperoleh hampir sama dan semuanya gratis,” ujar Hardo, belum lama ini.

Menurutnya, PPDB SMKN Jateng dan SMK Semi Boarding merupakan kesempatan baik untuk warga kurang mampu di Jawa Tengah dalam mengakses pendidikan. Sehingga, pihaknya berharap warga Jawa Tengah bisa memanfaatkan kesempatan ini.

Baca juga:  Cegah Radikalisme, Kesbangpol Jateng Susun SOP Tangkal Dini

“Ini kesempatan bagi warga Jateng yang kurang mampu untuk bisa mengikuti pembelajaran sebagai siswa semi boarding atau boarding. Dari makan, minum, seragam, dan lain-lain itu semuanya gratis,” tandas Hardo.

Lebih lanjut, Wakil Kepala SMKN Jateng Bidang Humas, Heri Purnomo membenarkan pembuat akun masih cenderung memilih SMKN Jateng boarding (asrama) yang berlokasi di Semarang, Pati, dan Purbalingga.

“Sebaran pemilih tak merata, lebih banyak peminat di SMKN yang boarding. Kalau pendaftar di semi boarding itu misal kuota ada 30, tapi pendaftarnya baru 40,20, atau baru 10 orang. (Ditakutkan) banyak siswa miskin tak diterima karena mendaftar SMKN Jateng boarding,” tuturnya.

Hery pun membeberkan alasan mengapa SMKN Jateng masih diminati. Alasannya, masih banyak warga yang belum memahami terkait SMKN Semi Boarding.

“Yang membedakan itu lingkungannya. Kalau full boarding (SMKN Jateng), seluruh siswanya dalam satu sekolah boarding semua. Kalau semi boarding, mereka diasramakan tetapi saat pembelajaran siswanya bergabung bersama siswa reguler di SMK tersebut,” paparnya.

Baca juga:  Wali Kota Semarang Dorong Normalisasi Kali Tenggang Dipercepat

Sehingga, Hery menegaskan SMKN Semi Boaring memiliki fasilitas yang sama persis dengan SMKN Jateng. “Sama sama ada asrama gratis dan juga makan. Bedanya tidak dibangunkan bentuk fisik sekolah secara full, tapi dititipkan di sekolah reguler,” jelasnya.

Hery menuturkan, SMKN Jateng Boarding dan Semi Boarding memiliki 777 kuota. Ada 120 kursi di Semarang, 48 kursi di Pati, 96 kursi di Purbalingga.

Adapun sisanya tersebar di 15 wilayah se-Jawa Tengah. Berikut sebarannya, SMKN 1 Demak, SMKN 2 Rembang, SMKN 1 Wirosari, SMKN 1 Jepon, SMKN 1 Tulung, SMKN 1 Kedawung, SMKN 2 Wonogiri, SMKN 1 Purworejo, SMKN 2 Wonosobo. Kemudian, SMKN 1 Punggelan, SMKN 1 Alian, SMKN 2 Cilacap, SMKN 1 Kalibagor, SMKN 1 Tonjong dan SMK Negeri 1 Randudongkal.

Baca juga:  Ribuan Hektare Lahan Pertanian di Jateng Gagal Panen

Ia menerangkan, waktu pendaftaran di SMKN Jateng Boarding dan Semi Boarding hanya sampai tanggal 31 Maret 2024. Selanjutnya, akan dilaksanakan proses seleksi. Hery mengimbau, calon siswa yang sudah mendaftar dan membuat akun agar segera  melengkapi berkas. Masa untuk unggah berkas hanya sampai tanggal 2 April 2024.

Untuk waktu, PPDB SMKN Jateng Boarding dan Semi Boarding mendahului pendaftaran SMK Reguler. Harapannya, mereka yang tidak masuk ke sekolah tersebut, bisa langsung masuk ke sekolah reguler.

“Silakan mendaftar untuk seleksi online lewat ppdb.smknjateng.sch.id, ditunggu sampai 31 Maret 2024. Isiannya yang harus di upload banyak. Terutama statusnya dari keluarga tidak mampu dibuktikan dengan terdata di DTKS, penerima PKH, KPA, KIP atau jika tidak masuk di dalamnya bisa mengurus keterangan miskin dari pemerintah setempat,” pungkas Heri. (luk/gih)