Disdik Kota Semarang: 7 Sapras SMP Diperbaiki dengan Dana BOS

AKTIVITAS: Sejumlah tukang saat memperbaiki plafon atap sekolah yang terdampak banjir beberapa hari yang lalu. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang menyebut sarana prasarana di tujuh Sekolah Menengah Pertama (SMP) diperbaiki menggunakan dana bantuan operasional sekolah (BOS). Meliputi SMPN 25 Semarang, SMPN 20 Semarang, SMPN 30 Semarang, SMPN 4 Semarang, SMPN 34 Semarang, SMPN 15 Semarang, dan SMPN 17 Semarang.

Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Pertama, Aloysius Kristiyanto mengukapkan, hal itu berdasarkan pendataan dari pihaknya usai banyaknya sekolah yang terdampak banjir beberapa hari yang lalu. Adapun wilayah sekolah yang terdampak banjir dan cuaca ekstrem mulai dari Kecamatan Gayamsari, Genuk, Semarang Selatan, dan Pedurungan.

Selamat Idulfitri 2024

“Kalau sekolah yang terdampak banjir sebenarnya tidak banyak. Hanya di bagian plafon karena cuacanya memang ekstrem dan terjadi kelembapan di atap. Jadi ada beberapa sekolah yang plafonnya lepas. Terutama di teras,” ucapnya saat dihubungi Joglo Jateng, Senin (25/3/24).

Baca juga:  Udinus Raih Akreditasi Bertaraf Internasional

Menurut hasil pemeriksaan dari Disdik, kata Kris, di SMPN 4 Semarang tembok dan pagarnya sempat roboh lantaran tanahnya gembur akibat tekanan air yang berlebihan. Hingga, untuk sementara waktu pagarnya masih menggunakan bahan bambu.

“Rata-rata yang kita perbaiki seperti peninggian lantai. Di SMPN 4 itu kan halaman masih agak rendah, maka ditinggikan. Nanti diupayakan dengan anggaran,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menerangkan, meskipun SMPN 30 lokasinya tidak terlalu dekat dengan laut, namun halaman sekolahnya perlu ditinggikan sama seperti sekolah yang lain. Seperti SMP 4 yang butuh peninggian lantai.

Baca juga:  Libur Lebaran, Kunjungan Wisatawan di Semarang Tertinggi di Jateng

“Kalau SMP 34 Semarang atap sekolah bocor karena plafon gampang ambrol,” katanya.

Meski begitu, ia bersyukur karena beberapa pihak sekolah sudah dihubungi dan mengaku telah memperbaiki saprasnya masing-masing. Kerusakan itu dinilai masih ringan dan hingga saat ini masih terus dilakukan perbaikan.

“Kalau ada yang roboh dan lain-lain nanti kita upayakan anggaran. Sampai sejauh ini juga belum ada laporan kerusakan meja kursi,” pungkasnya. (int/adf)