Festival Anak Saleh Tingkatkan Generasi Islam Bertakwa

TAMPIL: Para peserta saat mengikuti lomba hafiz Quran dalam kegiatan Festival Anak Saleh di halaman Masjid Jami’ At Taqwa Minomartani, belum lama ini. (DOK. PRIBADI/JOGLO JOGJA)

PADA bulan suci Ramadan, banyak orang untuk melakukan kebaikan dan memperdalam ilmu keagamaannya, seperti yang dilakukan Remaja Masjid Jami’ At Taqwa Minomartani lewat Festival Anak Saleh, Minggu (24/3). Kegiatan itu dilakukan sebagai bentuk partisipasi untuk membentuk generasi Islam yang cerdas, beriman, dan bertakwa bagi anak-anak.

Ketua panitia Festival Anak Saleh Rahma Ayu Fadhilla mengatakan, kegiatan ini selalu dilaksanakan setiap tahunnya saat bulan suci Ramadan. Di mana peserta yang berpartisipasi melakukan pendaftaran secara gratis.

Selamat Idulfitri 2024

“Acara tahunan pada bulan Ramadan diadakan Remaja Islam Masjid Jami’ Minomartani. Dengan melakukan perlombaan bagi umat muslim, untuk mengembangkan minat dan bakat anak-anak,” ungkapnya kepada Joglo Jogja, belum lama ini.

Baca juga:  Pasar Ramadan Momentum Raup Cuan

Festival itu diikuti oleh ratusan peserta anak-anak usia 5 hingga 12 tahun. Kegiatan itu merebutkan piala, sertifikat, uang pembinaan, merchandise, serta door prize bagi para juara.

“Kegiatan ini diikuti dari berbagai daerah di Yogyakarta, dengan 300 peserta. Di mana terdapat berbagai lomba yang dilakukan, seperti menggambar untuk umur 9-12 tahun, lomba mewarnai 5-7 tahun, hafiz Quran 9-12 tahun, dan azan maksimal 12 tahun,” tambahnya.

Dengan diadakannya kegiatan itu, ia berharap anak-anak bisa lebih mendalami Islam sedini mungkin. “Kegiatan Festival Anak Saleh ini, sebagai bentuk partisipasi kami dalam membentuk generasi Islam yang cerdas, beriman, dan bertakwa,” imbuhnya.

Baca juga:  Menyikapi Salat Tarawih dengan Kecepatan 5G

Dengan meningkatnya antusias festival ini dari tahun sebelumnya, juga mendorong untuk terus berinovasi supaya peserta tidak bosan. Salah satu yang dilakukan dengan menghadirkan Bunda Lika dan Liku, sehingga mereka bisa mendengarkan dongengan yang menyenangkan.

“Untuk Festival Anak Saleh tahun ini kami juga menghadirkan dongeng Bunda Lika dan Liku menggunakan media boneka. Itu kami lakukan untuk meningkatkan interaksi dan keaktifan peserta lomba supaya, membuat kesan baru bagi peserta lomba,” pungkasnya. (riz/abd)