Inventarisir Perahu Rusak akibat Cuaca Ekstrem

KONDISI: Perahu milik nelayan yang telah rusak di Kecamatan Mangunharjo, belum lama ini. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Dinas Perikanan Kota Semarang akan melakukan inventarisasi perahu nelayan yang rusak akibat cuaca ekstrem. Dari data yang ada, ada dua wilayah kampung nelayan yang mengalami kerusakan perahu. Yakni di Mangunharjo dan Mangkang Wetan, Kecamatan Tugu.

Kepala Dinas Perikanan Kota Semarang, Sih Rianung mengukapkan, total ada 24 perahu nelayan yang hanyut. Satu perahu diketahui hilang dan belum ditemukan sampai sekarang.

Selamat Idulfitri 2024

“Lima perahu milik nelayan rusak berat. Ada mesin nelayan yang mengalami kerusakan sedang bahkan ada dua mesin yang hilang. Ada pula alat tangkap seperti jaring yang hilang,” ucapnya saat dikonfirmasi Joglo Jateng, Senin (25/3/24).

Baca juga:  DPRD Jateng Ajak Generasi Muda Tingkatkan Pengetahuan & Kapasitas Politik

Hingga saat ini, pihaknya masih terus berkoordinasi dengan dinas lainnya seperti Dinas Sosial untuk penanganan pascabencana. Terlebih lagi, para nelayan ini tidak bisa melaut karena cuaca buruk, sekaligus mengalami kerusakan perahu dan alat tangkap.

“Kita akan komunikasi dengan OPD lainnya. Para nelayan ini nggak bisa melaut, jadi butuh bantuan sembako. Selama ini bantuan hanya berupa nasi bungkus,” jelasnya.

Ia menambahkan, selain itu, perlu dibangun jembatan darurat milik nelayan di RW 7 Mangkang Wetan yang putus karena terdampak banjir. Sedangkan, jembatan ini sendiri biasanya digunakan untuk akses nelayan sekaligus untuk sandar perahu.

Baca juga:  Yayasan Sam Poo Kong Gelar Tebus Beras Murah, Wujud Toleransi dan Kepedulian di Bulan Ramadan

“Kemarin juga ada evaluasi perlu dipasang alat peringatan dini banjir di Sungai Plumbon dan Beringin. Terutama yang dekat dengan kampung nelayan,” pungkasnya. (int/adf)