Pemkab Pemalang Kejar Target 14 Persen, Petakan Percepatan Penurunan Stunting

ANTUSIAS: Bupati Pemalang Mansur Hidayat saat memberikan imunisasi campak lengkap kepada anak di Desa Banjardawa, Kecamatan Taman, pertengahan Februari lalu. (UFAN FAUDHIL/JOGLO JATENG)

PEMALANG, Joglo Jateng – Menuju target 14 persen kasus stunting 2024, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang inginkan pemetaan yang tepat dalam rangka percepatan penurunan. Hal tersebut ditekankan saat pelaksanaan Rembug Stunting Pemalang di Aula Bappeda Pemalang, Senin (25/3/24). Dengan harapan akan ada kerja sama seluruh stakeholder dalam penanganannya.

Bupati Pemalang Mansur Hidayat mengatakan, perencanaan penurunan kasus stunting harus benar-benar dibuat dengan matang dan perhitungan anggaran jelas. Ini jadi PR yang harus cepat diselesaikan, karena jika melihat angka di 2022 Pemalang masih berada di 19,8 persen menurut Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), namun di 2023 belum diketahui secara resmi.

Selamat Idulfitri 2024

“Ini jadi konsen bersama, karena Pemalang masih belum mencapai target 14 persen hingga 2024. Jadi tim rembug stunting harus kroscek secara teliti evaluasi pelaksanaan di tahun sebelumnya. Terutama penggunaan anggaran agar diberikan secara optimal,” terangnya.

Baca juga:  105 Lansia Terima Santunan

Pihaknya menuturkan, terdapat layanan cangkupan intervensi spesifik dan sensitif yang belum mencapai target. Di antaranya layanan intervensi spesifik pada remaja putri menerima layanan pemeriksaan status anemia ditargetkan 80 persen.

Kemudian, anak berusia di bawah lima tahun (balita) gizi buruk yang mendapat pelayanan tata laksana gizi buruk 81 peren. Lalu balita gizi kurang yang mendapat tambahan asupan gizi target 85 persen dan balita yang memperoleh imunisasi dasar lengkap 86 persen.

Lebih lanjut, Mansur menjelaskan penanganan stunting bukan hanya dilakukan agar tubuh anak terlihat sehat. Menurutnya harus berfokus pada perkembangan kecerdasan anak, sebab hal itulah yang menjadi permasalahan serius yang nantinya berdampak pada keunggulan generasi penerus. Maka, pihaknya mengajak seluruh stakeholder bergotong royong saling bersinergi dalam penanganan ini.

Baca juga:  Operasi PMKS di Sirandu: 5 Anak Jalanan dan 4 Pengamen Diamankan

“Dinas kesehatan harus memonitoring sedini mungkin, terutama dari remaja yang nantinya akan dewasa dan menikah agar mendapatkan pendidikan tentang stunting. Lanjut pendataan ibu hamil dan kelahiran bayi stunting harus secara detail terdata. Sehingga bisa langsung diberikan penanganan,” terangnya.(fan/sam)