Terinspirasi Usai Pulang Umrah, Bangun Masjid Berbentuk Ka’bah

JADI DAYA TARIK: Masjid Baitul Atiq Al Jabbar yang berbentuk replika Ka'bah, Jepara pada sore hari. (LIA BAROKATUS SOLIKAH/JOGLO JATENG)

ADA satu masjid di Kabupaten Jepara yang bentuknya unik menyerupai Ka’bah. Tepatnya di Desa Mulyoharjo RT 04 RW 04 Kecamatan Jepara. Masjid itu dibangun oleh seorang pengusaha bernama Sumanto yang rumahnya berada di depan masjid.

Masjid dengan nama Baitul Atiq Al Jabbar ini memiliki daya tarik bagi masyarakat. Pasalnya, masjid di cat warna hitam lengkap dengan kiswah tiruan yang menyelimuti. Ada juga miniatur hajar aswad dan kaligrafi yang bewarna kuning emas, menyerupai desain Ka’bah.

Selain itu, terdapat replika hijir Ismail yang berbentuk seperti pagar setengah lingkaran di sebelah utara kiblat. Di dalamnya terdapat pilar-pilar berlapis marmer dan lampu hias yang megah.

Sumanto menyampaikan, pembangunan masjid ditengarai ketika ia pergi umroh ke Tanah Suci. Sesampainya di rumah, ia bersama istrinya pun berpikir untuk mendirikan masjid berbentuk Ka’bah.

“Pembangunan masjid ini memang termotivasi ketika saya pulang dari umrah. Saya lihat bentuk Ka’bah kok bagus. Sehingga saya niatkan dari hati dan Alhamdulillah bisa sampai,” ungkapnya, belum lama ini.

Masjid yang dibangun menggunakan dana pribadi itu telah berdiri pada Desember 2023 lalu. Pembangunan masjid ditujukan untuk menyemangati warga beribadah ke Tanah Suci.

“Banyak pengunjung yang terharu ketika ke masjid ini. Sambil ibadah ada yang menangis. Entah karena punya niatan ke Mekkah tapi belum bisa ke sana atau ada yang rindu,” jelasnya.

Saat weekend tiba, pengunjung hampir berkisar 1000 lebih. Di antara pengunjung berasal dari luar, yakni Cilacap, Wonosobo, Yogyakarta, Makasar hingga Malaysia. Bahkan, masjid tersebut di klaim sebagai wisata religi.

Kendati ramai akan pengunjung, Sumanto tak ingin menarik tarif harga. Masyarakat berhak menggunakan masjid sesuai dengan kebermanfaatannya. Hal itu ditujukan untuk keberlangsungan umat serta kegiatan ibadah.

“Walaupun masjid ini yang bangun saya sendiri. Tapi sudah saya wakafkan kepada masyarakat. Jadi, kepemilikan ada pada mereka,” tegasnya.

Ketika bulan Ramadan ini, masjid menyediakan buka bersama untuk umum. Namun, hanya dikhususkan pada hari Selasa dan Kamis. Mengingat, masjid ini masih baru.

Salah satu pengunjung Dedeh Sugiarti mengaku terkesima melihat masjid yang berbentuk Ka’bah ini. Sesekali ia berswafoto dan berdoa agar kelak dirinya dapat berangkat ke Tanah Suci.

“Masyaa Allah ya, baru pertama ini ada bangunan masjid dengan replika Ka’bah. Bisa dijadikan simulasi, dengan berdoa agar bisa berangkat haji,” pungkasnya kepada Joglo Jateng. (cr4/adf)