Cegah Lonjakan Harga, Beras & Telur Disubsidi

PANTAU: Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo bersama jajarannya saat melakukan operasi pasar di Pasar Tradisional Sleman, belum lama ini. (HUMAS/JOGLO JOGJA)

SLEMAN, Joglo Jogja – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) meluncurkan operasi pasar di dua pasar tradisional di wilayah Bumi Sembada. Hal itu untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan harga bahan pangan menjelang Idulfitri 1445 Hijriyah.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan, dalam hal ini, ia mewaspadai adanya komoditas bahan pokok yang mengalami kenaikan signifikan menjelang lebaran, yaitu telur ayam dan beras. Sehingga dalam pelaksanaannya, pada kedua komoditas tersebut pemerintah memberikan subsidi harga.

Selamat Idulfitri 2024

“Beberapa komoditas yang naiknya cukup signifikan adalah beras dan telur, kemudian juga daging ayam. Sehingga pada kesempatan hari ini, ada dua kebutuhan pokok yang diberikan subsidi sebesar Rp2.000 per kilogram pada beras dan telur ayam,” katanya, belum lama ini.

Baca juga:  Gelombang Arus Balik di Terminal Jombor Diprediksi Berlanjut Hingga Selasa

Pasalnya, kegiatan operasi pasar akan menyasar di dua pasar, meliputi Pasar Sleman dan Pasar Pakem. Adapun di Pasar Pakem, subsidi hanya diberikan untuk komoditas beras. Pelaksanaannya mulai 25 Maret 2024 hingga Idulfitri.

“Total anggaran untuk program ini Rp150 juta. Anggaran itu di-support dari tiga BUMD di Kabupaten Sleman, meliputi PT BPR Bank Sleman, Perumda Air Minum Tirta Sembada dan Bank BPD DIY,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman, Mae Rusmi Suryaningsih menambahkan, kegiatan operasi pasar melibatkan sejumlah mitra pemasok dan mitra pengecer baik dari komoditas beras maupun telur, yang ada di dua pasar tradisional tersebut. Semua mitra menandatangani pakta integritas sebagai komitmen untuk terlibat sekaligus mengikuti semua ketentuan yang diatur selama program ini berjalan.

Baca juga:  Promosikan Potensi Wisata di Kancah Internasional

“Agar lebih merata, diatur juga batas pembelian. Beras premium maksimal lima kilogram per konsumen per hari, sementara telur ayam maksimal dua kilogram per konsumen per hari,” tambahnya. (bam/abd)