Geplak, Jajanan Jadul yang Masih Dipertahankan

BERTABUR GULA: Owner Howjek menyajikan jajanan geplak jadul di event Ramadan, belum lama ini. (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

WARUNG makan How Jek yang berlokasi di Jalan Mulya Kav. 7, Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus atau tepatnya dibelakang kantor DPRD Kudus menyajikan hidangan yang terbuat dari ketan. Geplak jadul namanya.

Owner Howjek, Kristian mengatakan, geplak disini masih dipertahankan dengan tidak menghilangkan resep yang sudah ada sejak dulu. Ia sendiri menjadi generasi ketiga yang meneruskan usaha makanan itu.

“Cita rasanya manis karena memakai banyak gula. Dari segi tekstur, geplak biasanya cukup keras tapi lembut di dalam,” ujar Kristian, belum lama ini.

Dia mengungkapkan, camilan ini terbuat dari ketan yang dicampur dengan parutan kelapa. Kemudian diaduk bersama air lalu digoreng setengah matang. Setelah itu dibaluri taburan gula pasir yang sudah dihaluskan.

“Geplak ini makanan ringan yang masih disajikan untuk menu buka puasa. Menu zaman kuno ini sangat populer di zamannya. Untuk saat ini sudah berkurang tetapi masih ada yang suka,” tutur Kristian.

Dia tidak mau mengubah resep atau menambah varian baru, karena hal itu bisa melunturkan nilai tradisional didalamnya. Jadi, sejak zaman dulu hingga sekarang bentuk dan rasanya masih sama.

“Dengan begitu kan tetap ada nilai tradisionalnya. Selain itu juga ingin mengenalkan kepada generasi sekarang makanan tradisional ini,” imbuhnya. (cr3/adf)