Ketua DPRD Kota Semarang Minta Penanganan Banjir dan Rob Lebih Ditingkatkan

Ketua DPRD Kota Semarang, Kadarlusman
Ketua DPRD Kota Semarang, Kadarlusman. (FADILA INTAN QUDSTIA/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang meminta kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang untuk meningkatkan kembali penanganan banjir maupun rob di wilayah-wilayah yang masih rawan.

Ketua DPRD Kota Semarang, Kadarlusman mengatakan, persoalan ini perlu menjadi catatan dan penanganannya perlu diprioritaskan. Sebab diketahui, Ibu Kota Jawa Tengah memiliki kondisi alam, dimana sedimentasi menjadi salah satu penyebab naiknya permukaan air pada saat musim hujan.

Selamat Idulfitri 2024

“Ini kondisi alam yang di Kota Semarang. Makanya ini menjadi catatan, bagaimana caranya rob dan banjirnya bisa diatasi. Walaupun sudah dilaksanakan, tapi bisa ditingkatkan,” ucapnya saat ditemui Joglo Jateng, Rabu (27/3/2024).

Baca juga:  DPRD Kota Semarang Harap Masyarakat Kurangi Sampah sampai 30 Persen

Ia mendorong agar pemkot melakukan normalisasi sungai. Pengerjaan drainase dan sub drainase, sekunder maupun primer harus dikejar. Termasuk penambahan pompa-pompa yang masih kurang efektif.

“Kalau pompa itu dianggap sudah lama tahunnya segera diperbaharui. Supaya kemampuan sedotnya atau kemampuan bekerjanya bisa maksimal. Pompa, drainase harus dinormalisasi. Saya kira sungai sungai besar sudah dinormalisasi semua. Hanya tinggal beberapa saja,” jelas Pilus, sapaan akrab Kadarlusman.

Jika sub drainase rumah tangga yang menghubungkan sungai itu tidak segera di perbaiki, kata Pilus, maka akses alat berat untuk mengangkat sedimentasi sulit masuk.

Baca juga:  UNESCO Puji Penanganan Stunting di Kota Atlas

“Biasanya sungai-sungai yang sudah terbangun di bantaran rumah penduduk padat. Kalau rumah penduduknya padat ini akses alat berat masuk ke sana tidak bisa,” ungkapnya.

Ia juga menekankan agar pemkot memberikan anggaran yang besar untuk normalisasi sungai. Di samping itu juga harus diikuti pemindahan, pembebasan, atau pergeseran rumah-rumah yang ada di bantaran sungai.

“Diberikan tempat yang layak, lahan yang sesuai,” ujarnya.

Karena membutuhkan anggaran yang besar, Pilus mengatakan, langkah penanganan banjir ini bisa dilakukan secara bertahap, tidak harus langsung serentak se-Kota Semarang. Namun, dipetakan terlebih dahulu.

Baca juga:  DPRD Kota Semarang Minta Disdik Teliti saat Lakukan Asesmen Kategori Siswa Pendaftar Inklusi

“Misalnya untuk wilayah Semarang atas, seperti Kecamatan Tembalang, perbaiki semua itu. Lalu dilanjut, Gunungpati. Nanti Banyumanik, terus Gajahmungkur, Mijen. Baru turun,” paparnya.

Tak hanya itu, ia juga mengimbau agar pompa-pompa air bisa difungsikan di sejumlah titik yang strategis. Sehingga penanganan banjir bisa dilakukan dengan cepat dan masyarakat tidak terlalu lama kesulitan. (int/adf)