Figur  

Pelajari Kempo untuk Bela Diri hingga Prestasi

Rievenza Puteri Permatasari Nuruddin
Rievenza Puteri Permatasari Nuruddin. (MUHAMMAD ABU YUSUF AL BAKRY/JOGLO JOGJA)

DALAM dunia bela diri, ketekunan dan semangat juang tidak mengenal usia. Hal ini terbukti dari kisah inspiratif Rievenza Puteri Permatasari Nuruddin, atau yang akrab disapa Ica (14) yang telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam latihan dan kompetisi kempo.

Gadis kelahiran Bantul tahun 2009 ini memiliki hobi yang cukup unik, yaitu bela diri. Kegiatannya sehari-hari hampir seluruhnya dihabiskan dengan berlatih kempo, sebuah seni bela diri yang menuntut kekuatan fisik dan mental.

Selamat Idulfitri 2024

“Minat saya dalam kompetisi kempo ini ketika saya mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di sekolah dan kemudian dilanjutkan dengan mengikuti program MPLS. Terlebih kakak saya juga pernah mengikuti kempo, sehingga saya tertarik untuk mencobanya,” ungkapnya.

Baca juga:  Dari Duta Pelajar Rabbani hingga Model, Mayfa Maria Ulfah Manfaatkan Masa Muda untuk Meraih Pengalaman

Dari kelas 7 SMP hingga sekarang duduk di kelas 8D, Ica terus mengasah kemampuannya dalam kempo. Salah satu motivasinya adalah untuk menjaga kesehatan tubuhnya dan meningkatkan daya tahan tubuh agar tidak mudah sakit.

“Saya juga telah meraih sejumlah prestasi dalam dunia kempo, antara lain medali perak sebagai juara 2, juara 3 di Popda, juara 2 di Kejurda, serta juara 1 dan 3 di Porkab,” jelasnya.

Meskipun pernah mengalami kegagalan dalam beberapa kompetisi, dara berusia 14 tahun ini tetap gigih dan fokus untuk mempertahankan prestasinya. Dalam latihan fisiknya, Ica mengaku sering kali mendapat teguran keras jika tidak mengikuti instruksi dengan baik.

Baca juga:  Gigih Berkompetisi, Rifkanisa Berhasil Sandang Gelar Mapresnas

“Sempat juga saya mental saya down karena beberapa kali mendapat teguran dari pelatih, sehingga menyebabkan saya ingin menyerah dalam berlatih kempo,” tuturnya.

Namun, hal ini justru membuatnya semakin kuat secara mental dan memupuk semangatnya untuk terus berprestasi. Ica memiliki mimpi besar untuk menjadi seorang dokter, sebuah cita-cita yang sudah tertanam dalam darah keluarganya sejak turun temurun.

“Meski begitu, saya rasa kempo sangatlah penting bagi saya, terlebih saya adalah seorang wanita sehingga kempo dapat menjadi sarana pertahanan diri dan bukan untuk kepentingan lain,” imbuhnya.(suf/abd)