Kudus  

Pasca Banjir, H. Masan Minta Masyarakat Jaga Kebersihan Lingkungan

Ketua DPRD Kudus, H. Masan.
Ketua DPRD Kudus, H. Masan. (ADAM NAUFALDO/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Kabupaten Kudus dan Demak beberapa waktu lalu telah terjadi banjir yang melanda beberapa kecamatan maupun desa. Sehingga, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kudus H. Masan mengimbau masyarakat untuk bergotong-royong menjaga kebersihan lingkungan.

Ketua DPRD Kudus, Masan menjelaskan, seluruh elemen masyarakat di Kota Kretek harus ikut serta gotong royong dalam menjaga lingkungan sekitar. Jadi, tak hanya pemerintah saja yang bergerak dalam mengatasi bencana lingkungan.

Selamat Idulfitri 2024

“Kalau untuk enceng gondok tentunya dimasing-masing desa ada kelompok tani dan P3A yang bisa gotong royong dalam membersihkan sampah. Jadi tidak bisa semuanya diserahkan kepada pemerintah. Masyarakat harus terlibat,” ungkapnya kepada Joglo Jateng.

Baca juga:  Poktan Merdeka Gelar Syukuran atas Pemenangan Prabowo-Gibran

Dengan tegas, Ketua DPRD Kudus terus meminta agar masyarakat mulai sekarang melakukan gotong royong dalam menerapkan kebersihan lingkungan. Jangan hanya pemerintah saja yang mengerjakan.

“Yang menjadi masalah banjir itu musim hujan kan setiap tahun sirkulasi. Tanggul itu yang menjadi persoalan utama kalau di wilayah Kecamatan Undaan. Solusinya itu tanggul ditinggikan atau sungai Wulan dinormalisasi,” bebernya.

Tetapi, kata dia, yang paling memungkinkan dan bisa dilakukan pengerjaan yaitu peninggian tanggul dengan memakai APBDes saja. Masing-masing desa pasti mampu melaksanakan hal itu. Kalau untuk wilayah Kecamatan Mejobo, solusinya menggunakan cekdam. Tapi anggarannya bersumber dari APBD.

Baca juga:  Sensasi Ngabuburit di Edukasi Wisata Seni Religi Kaligrafi

“Kalau Mejobo itu solusinya menggunakan cekdam. Tapi menggunakan APBD karena itu kewenangan BBWS. Kami juga minta izin dan minta rekomendasi teknis bagaimana agar air itu tidak langsung terjun dari atas ke wilayah Mejobo dengan sampah itu,” jelasnya.

Menurutnya, cekdam tersebut dapat digunakan untuk filter sampah dan memperlambat laju air. Sehingga, saat mencapai wilayah Mejobo kondisi air dalam kondisi landai. Sedangkan, Kecamatan Jati solusinya adalah pompa dengan skala besar.

“Dengan begitu, insyaallah bisa mengatasinya. Jakarta yang wilayahnya luas saja pakek pompa selesai,” tuturnya.

Baca juga:  Jembatan Karangsambung Diperbaiki Akhir Tahun

Dirinya meminta untuk masyarakat wajib hukumnya menjaga lingkungan, menjaga kebersihan, dan jangan membuang sampah sembarangan disungai. (adm/fat)