Hari Ini, Pemkot Semarang Bersama BI Gelar Gerakan Pangan Murah

AKTIVITAS: Wali Kota Semarang Hevearita G Rahayu bersama Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, Rahmat Dwisaputra saat mendatangi stand milik BI di Halaman Balai Kota Semarang, tahun lalu. (HUMAS/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang bersama Bank Indonesia menggelar kembali Bazar Ramadan dan Gerakan Pangan Murah (GPM). Agenda tersebut dijadwalkan berlangsung di Balai Kota Semarang, hari ini.

“Pelaksanaan Bazar Ramadan dan Gerakan Pangan Murah bersama Bank Indonesia ini akan berlangsung selama dua hari. Sama seperti tahun sebelumnya, ada penjualan paket sembako dengan kupon tebus murah,” ungkap Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, belum lama ini.

Selamat Idulfitri 2024

Ia menuturkan, ada 3.357 paket sembako yang disiapkan Pemkot Semarang. Pihaknya bekerja sama dengan perusahaan dan badan usaha milik daerah (BUMD) serta badan usaha milik negara (BUMN). Masyarakat hanya perlu membayar Rp 50 ribu untuk satu paket sembako.

Tak hanya itu, di beberapa kecamatan terdampak banjir di Kota Semarang juga akan dihelat kegiatan Tebus Suka-suka. Masyarakat bisa mendapatkan beras 2,5 – 3 kg dengan membayar seikhlasnya atau sukarela.

Baca juga:  DPRD Jateng Ajak Generasi Muda Tingkatkan Pengetahuan & Kapasitas Politik

“Di beberapa kecamatan terdampak banjir, akan kami buat Tebus Suka-suka seperti saat di Sam Poo Kong, tebus seikhlasnya atau sukarela. Itu kan program yang bagus. Maka kami lakukan di beberapa tempat terdampak banjir,” jelas Ita, sapaan akrab Hevearita.

Sementara itu, Plt Dinas Perdagangan Kota Semarang, Bambang Pramusinto menyampaikan, pihaknya akan mendirikan 10 tenda untuk stand Pak Rahman (Pasar Pangan Rakyat Murah dan Aman). Kebutuhan pokok disedikan di sini dengan harga murah.

“Kemudian juga ada penjualan Paket Sembako Murah total 3.357 paket sembako. Konsepnya tebus murah, dengan sembako senilai Rp 150 ribu dan dijual seharga Rp 50 ribu. Kita buatkan kupon,” katanya.

Baca juga:  Jelang Idulfitri, Satpol PP dan Dinsos Kota Semarang Tertibkan PGOT

Menurutnya, 3.357 paket sembako yang dijual tebus murah merupakan bentuk sinergi antara pemkot dengan BUMN, BUMD, dan perusahaan-perusahaan di Kota Semarang. Tujuannya untuk memberikan akses terutama untuk warga kurang mampu agar mendapatkan bahan pangan yang murah.

“Kegiatan akan terpusat di Balai Kota Semarang untuk Pak Rahman dan paket tebus sembako murah. Sedangkan penjualan Paket Suka-suka akan digelar tanggal 3 April. Paket Suka-suka itu nanti kita distribusikan ke kecamatan terdampak banjir. Bentuknya paket beras 3 kg, dan masyarakat bisa membelinya dengan harga seiklasnya,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, Rahmat Dwisaputra mengatakan, Program GPM memberikan intervensi luar biasa. Bahkan ikut berkontribusi dalam penurunan harga beras yang belakangan sangat tinggi dan menyumbang inflasi di Jawa Tengah.

Baca juga:  Semarakkan Hari Kesadaran Autisme Sedunia

“Di Kota Semarang akan ada GPM yang terpusat di Balai Kota. Selain ada stand Pak Rahman, ada juga penjualan cashless untuk pembelian cabai 250 gram seharga Rp 5 ribu dengan pembayaran QRIS,” lanjutnya.

Sinergi antara Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Jateng dan Bank Indonesia Jawa Tengah, termasuk dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang ini, kata Rahmat, diharapkan membawa hasil positif. Khususnya untuk penurunan harga sejumlah komoditas.

“Sudah mulai terlihat penurunannya yang bisa dirasakan. Kami optimistis menjelang Lebaran harga beras sudah stabil dan terjangkau. Apalagi sudah mulai panen raya di beberapa wilayah,” pungkasnya. (int/adf)