10 Orang di Semarang Terjangkit Leptospirosis Ringan

Kepala Dinkes Kota Semarang, Muhammad Abdul Hakam
Kepala Dinkes Kota Semarang, Muhammad Abdul Hakam. (FADILA INTAN QUDSTIA/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Berdasarkan data pascabanjir yang terjadi beberapa waktu lalu, sekitar 10 orang di Kota Semarang terjangkit penyakit leptospirosis ringan. Hal ini disampaikan Kepala Dinas kesehatan (Dinkes) Kota Semarang, Abdul Hakam.

“Total temuannya 10-an cuman ringan jadi segera diobati oleh teman-teman (petugas kesehatan, Red.). Ada kasusnya tapi tidak sampai meninggal dunia karena saya sampaikan pada saat kemarin banjir selama 3 minggu sampai sebulan setelah pascabanjir tolong 5 kecamatan dilakukan screening demam berdarah dan leptospirosis,” ucapnya saat dikonfirmasi Joglo Jateng, belum lama ini.

Baca juga:  Pemkot Semarang Diminta Konsolidasi Pengadaan Khusus Barang dan Jasa

Adapun lima kecamatan yang dimaksud, kata Abdul, di antaranya Gayamsari, Pedurungan, Semarang Utara, Genuk, dan Semarang Barat. Dalam hal ini, dinkes menyiapkan rapid test cepat untuk melakukan diagnostik. Selain itu, pihaknya juga mendirikan posko-posko di wilayah yang terdampak banjir guna memonitor sejauh mana penyakit yang diderita oleh warga.

“Orang-orang yang datang ke puskemas itu begitu demam saya sampaikan untuk melakukan screening. Itu artinya kalau ketahuan di awal insyaa Allah tidak menjadi penyakit yang memberatkan,” jelasnya.

Untuk diketahui, leptospirosis merupakan penyakit bakteri yang menyebar melalui air seni hewan yang terinfeksi. Manusia bisa terkena leptospirosis melalui kontak langsung dengan urine hewan yang terinfeksi atau melalui air, tanah, atau makanan yang terkontaminasi urine hewan. (int/adf)