Berkah Ramadan, Penjualan Peci Batik Jogokaryan Naik 5 Kali Lipat

KERJA KERAS: Beberapa karyawan saat membuat peci batik Jogokaryan, Senin (1/4/24). (RIZKY ADRI KURNIADHANI/JOGLO JOGJA)

PECI di Indonesia memiliki berbagai corak dan inovasi yang sangat beragam, salah satu yang terbaru yaitu Peci batik Jogokaryan. Dengan ciri khas kain batik dan memiliki ekor di belakannya, membuat Peci Batik Jogokaryan tembus ke berbagai pasar Luar Negeri.

Penjualan Peci Batik Jogokaryan ini bisa menjual 50 pcs peci setiap harinya. Namun saat Ramadan, penjualan bisa naik sebesar 5 kali lipat. karena ini merupakan peci fashion untuk tampil beda. “Untuk Ramadan ini bisa mencapai 250-300 peci lebih terjual per harinya,” tambahnya.

Selamat Idulfitri 2024

Meski begitu, owner peci Batik Jogokaryan Jardianto tidak mengambil seluruh keuntungannya, melainkan akan diberikan 5 persen keuntungan ke Masjid Jogokaryan, dan 7,5 persen diberikan untuk kemaslahatan umat.

Baca juga:  Nikmati Suasana Puasa di Kebun Dakwah Sorustan

“Jadi jika ada tetangga sakit akan kita bantu di pembiayaan, ataupun ada ke bencanakan. Sehingga semua dapat mendapatkan manfaat dari keuntungan penjualan peci batik Jogokaryan tersebut,” ungkapnya.

Diceritakan bahwa awal mula terciptanya Peci Jogokaryan adalah pada 2015, saat dirinya mengikuti Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) di Mantrijeron, Kota Yogyakarta. Kegiatan itu diikuti oleh 30 orang peserta dengan media yang digunakan adalah perca batik.

Dari kain perca batik itu, dibuat berbagai kerajinan, hingga suatu saat peserta diberikan pekerjaan untuk inovasi kerajinan kreatif. Adapun peserta membuat bando, dompet gelang, cincin, dan masih banyak lagi. “Karena saya menjadi satu-satunya pria di sana, saya ingin membuat inovasi yang berbeda yaitu peci dari batik, dan saat itu belum ada yang membuatnya,” ungkapnya, Senin (1/4/24).

Baca juga:  Lezatnya Coro Santan dan Ketan Biru di Pasar Kuliner Kauman

Setelah berhasil terbuat dan diberikan kepada mentornya, Jardianto mendapatkan apresiasi, mengingat belum ada kerajinan serupa. Sehingga ia diminta untuk mengembangkan inovasi yang telah Ia buat.

Saat ini, terdapat enam macam Peci yang dikembangkan oleh Jardianto seperti peci Jogokaryan, Kiansantang, Diponegoro, Aagym, Jendral Sudirman, dan yang paling terbaru peci ekor dua. Selain itu dirinya juga menerima custom dari pelanggannya.

“Untuk pemasaran peci ini sudah sampai seluruh nusantara, bahkan juga sampai cina, Jerman, Blanda, Australia, dan paling banyak yang mesan dari Malaysia,” jelasnya. (riz/abd)