Kudus  

Pasca Banjir, Yamaha Mataram Sakti Kudus Terima Puluhan Pelanggan

SIBUK: Tampak beberapa pegawai Yamaha Mataram Sakti Kudus sedang melakukan perbaikan motor, Senin (1/4/24 (ADAM NAUFALDO/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Yamaha Mataram Sakti Kudus menerima puluhan pelanggan dari Kecamatan Karanganyar, Demak dan Kecamatan Undaan, Kudus belum lama ini, pasca bencana banjir yang terjadi di pantura. Lantaran, banyak kendaraan dari mereka yang terkena dampak banjir.

Kepala Cabang Yamaha Mataram Sakti Kudus, Amy Setyo Budi mengatakan, mayoritas pelanggan melakukan servis pasca banjir yang terjadi di Pantura Kudus-Demak kemarin, didominasi oleh motor matic. Seperti motor NMAX, Gear, dan Fazzio.

Selamat Idulfitri 2024

“Mereka kebanyakan masyarakat dari Karanganyar, Demak dan Undaan, Kudus. Tapi saat banjir mereka masih sibuk mengurusi keselamatan, jadi belum datang,” ungkapnya kepada Joglo Jateng, Senin (1/4/24).

Baca juga:  Musrenbang, H. Masan Minta Pemkab Segera Carikan Solusi

Lebih lanjut, saat banjir surut yang terjadi di wilayah pantura, pihaknya membuka pelayanan pengambilan motor yang mogok atau tidak bisa digunakan. Alhasil, banyak konsumen yang menelepon agar motornya dapat diambil atau dijemput.

“Untuk konsumen yang ingin motornya diambil atau request sekitar 20 motor. Kita ambil pakai mobil. Tapi waktunya berbeda-beda tidak bareng-bareng. Ada yang pagi dan sore,” katanya.

Sementara untuk proses pengambilan motor tidak dipungut biaya. Karena itu fasilitas Yamaha Mataram Sakti Kudus untuk konsumen. Setelah dibawa ke bengkel dan dilakukan pengecekan, kondisi motor tidak parah. Hanya saja, motor mereka terparkir tak digunakan namun terkena genangan air.

Baca juga:  Okupansi Sapphire Boutique Hotel Kudus Meningkat Jelang Lebaran

“Setelah dilihat kondisinya tidak ada yang parah. Tapi motor cuman terparkir saja dan kena genangan air atau bisa juga dibuat berkendara yang melewati air. Tapi rata-rata aman,” katanya.

Dalam proses perbaikan motor, pihaknya hanya membersihkan filter udara yang kemasukan air, busi, dan penggantian oli. Jadi tidak sampai mengganti sparepart. Sejauh ini dinilai aman dan tidak ada yang sampai bongkar mesin.

“Himbauan kami, jangan bawak motor ke banjir-banjiran kami tidak menyarankan. Motor yang sering melintasi area rob atau banjir hendaknya segera dibawa ke bengkel dicek terutama di filter udara apakah aman dari air,” pungkasnya. (adm/fat)