Pemprov Jateng Gelar GPM untuk Tekan Harga Bapok Jelang Lebaran

SUASANA: Pj Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana dan Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu saat meninjau Gerakan Pangan Murah (GPM) di Halaman Balaikota Semarang, Minggu (31/3/24). (LU'LUIL MAKNUN/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Pemerintah provinsi Jawa Tengah kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak di seluruh kabupaten/kota untuk menekan harga bahan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri 1445 Hijriyah. Kegiatan yang berpusat di Halaman Balaikota Semarang ini berlangsung sejak Senin, (1/4/2024) sampai Selasa, hari ini.

Adapun kegiatan GPM ini sudah dilaksanakan sebanyak 150 kali oleh Pemprov Jateng sejak awal Januari 2024 hingga hari ini. Dampaknya, sejumlah komoditas pangan mulai menurun. Seperti harga beras yang sebelumnya sempat mencapai Rp 17.000/ kg, saat ini sudah turun di posisi Rp 14.600/ kg.

Selamat Idulfitri 2024

Pj Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana menyampaikan, Pemprov Jateng serius mengkoordinir pelaksanaan GPM baik yang diselenggarakan oleh Pemprov Jateng, pemerintah kabupaten/ kota, Forkopimda, maupun para pelaku usaha di bidang pangan.

Baca juga:  Fuhum UIN Walisongo Semarang Gelar Halalbihalal untuk Pererat Silaturahmi

“Bagusnya kita ini kompak. Karena GPM ini membantu masyarakat, khususnya masyarakat yang ekonomi lemah,” kata Nana pada acara Gerakan Pangan Murah Serentak III Wilayah Jateng di halaman Balaikota Semarang, Senin (1/4/24).

Pelaksanaan GPM merupakan salah satu upaya untuk mengendalikan harga kebutuhan pokok, di tengah meningkatnya konsumsi masyarakat pada Ramadhan hingga Idulfitri nanti. Kegiatan GPM ini juga untuk memastikan bahwa stok pangan cukup dan tersedia dengan harga terjangkau, sehingga tidak memicu inflasi.

“Dalam pelaksanaan GPM, Pemprov Jateng memberikan intervensi berupa fasilitasi distribusi berupa bantuan transport, bongkar muat, dan packing kepada para produsen/ vendor,” tandasnya.

Baca juga:  Wali Kota Semarang Tekankan Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

Dengan intervensi tersebut, masyarakat dapat membeli barang kebutuhan pokok dengan harga lebih murah daripada pasaran, dan vendor tetap mendapatkan laba. Untuk pelaksanaan program GPM, Pemprov Jateng menganggarkan sebesar Rp1 miliar.

Sementara itu, Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, kegiatan Bazar Ramadan dan GPM ini awalnya direncanakan tanggal 2 April, namun karena ada edaran dari Bapanas (Badan Pangan Nasional) sehingga acara maju menjadi tanggal 1 April.

“Pelaksanaan Bazar Ramadan dan Gerakan Pangan Murah bersama Bank Indonesia ini akan berlangsung selama dua hari. Sama seperti tahun sebelumnya, ada penjualan paket sembako dengan kupon tebus murah,” kata Mbak Ita, sapaan akrabnya.

Baca juga:  DPU Kota Semarang Gencarkan Penambalan di Sejumlah Titik Jalan

Menurutnya, ada 3.357 paket sembako yang disiapkan Pemkot Semarang bekerja sama dengan perusahaan dan BUMD serta BUMN.  Di mana paket sembako tersebut senilai Rp 150.000 tetapi bisa ditebus murah oleh masyarakat dengan cukup membayar Rp 50.000. (luk/gih)