Wali Kota Semarang Minta Penanganan Longsor di Sendangmulyo Dilakukan Secara Komprehensif

Wali Kota Semarang Hevearita G Rahayu
Wali Kota Semarang Hevearita G Rahayu. (FADILA INTAN QUDSTIA/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu meminta penanganan lokasi terdampak bencana tanah longsor dilakukan secara detail dan komprehensif. Salah satunya di Perumahan Bukit Sendangmulyo, Jalan Kemuning Raya, Kecamatan Tembalang.

“Perumahan Bukit Sendangmulyo ini terdampak longsor dan memutuskan akses lima rumah, ada mobil yang terjerumus juga. Namun, saya melihat perkembangan proses pembangunan terasering sudah dilakukan dengan baik,” ucapnya saat dikonfirmasi Joglo Jateng, belum lama ini.

Dia menyebut, Disperkim Kota Semarang kini tengah fokus pada penanganan tanah longsor. Sedangkan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) lebih pada koordinasi tanggap darurat banjir bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Baca juga:  Pemkot Semarang Raih Penghargaan dari PBB

“Saat ini sedang dilakukan pengerjaan dan diperkirakan empat bulan baru bisa selesai. Karena saya juga melihat sangat luar biasa curamnya. Ini betul-betul harus dilakukan penanganan yang detail dan komprehensif, karena sebelahnya sudah rumah-rumah. Kalau tidak ditangani takutnya akan terjadi longsor kembali,” jelas Ita, sapaan akrab Hevearita.

Ia menambahkan, langkah cepat dilakukan setelah tanah longsor terjadi pada 13 Maret 2024 lalu, bersamaan dengan adanya bencana banjir yang melanda sebagian wilayah Pantai Utara (Pantura) dan Kota Semarang. Ia berharap pengerjaan dapat dilakukan lebih cepat setelah Lebaran mendatang.

Baca juga:  Cegah Bahaya DBD, KKN Posko 10 UIN Walisongo Gelar Pemeriksaan Jentik Nyamuk Bersama Ibu-Ibu PKK Kelurahan Jatirejo

“Alhamdulillah setelah kejadian (tanah longsor, Red.) kemarin, cuaca mendukung untuk dilakukan pembangunan. Ada hujan, tetapi tidak signifikan karena dibantu dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) adanya Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC),” pungkasnya. (int/adf)