Pati  

Warung Jahe Rempah, Sensasi Kuliner Khas Pati yang Menggugah Selera

MENGGUGAH SELERA: Pengunjung tengah mengambil makanan-makanan khas Kabupaten Pati yang disediakan di Warung Jahe Rempah, belum lama ini. (LUTHFI MAJID/JOGLO JATENG)

KABUPATEN Pati memiliki ragam kuliner yang tak habis-habis untuk dicoba. Banyak sekali kudapan khas Bumi Mina Tani ini yang bisa menggoyang lidah.

Apalagi sejak dahulu daerah ini terkenal akan kekayaan rempah dan hasil lautnya. Sehingga soal rasa makanannya tak perlu diragukan lagi.

Selamat Idulfitri 2024

Makanan-makanan khas Pati, salah satunya dapat ditemukan saat berkunjung di Warung Jahe Rempah. Destinasi kuliner yang berlokasi di Jalan Kolonel Sugiono, Desa Winong, Kecamatan Pati Kota ini menyediakan aneka menu masakan lezat khas daerah ini.

Tentunya hidangan yang ditawarkan cocok buat berbuka puasa saat Ramadan seperti sekarang. Selain itu, harga makanan di warung ini juga terbilang bikin irit kantong. Mulai dari Rp 6 ribu untuk makanan, sedangkan untuk minuman mulai harga Rp 5 ribu saja.

Baca juga:  Penumpang Bus AKAP Turun Drastis

“Harga memang kami buat terjangkau mungkin untuk masyarakat Pati. Menu zaman dulu, makanan rumahan. Konsepnya ambil sendiri, makan sepuasnya, prasmanan,” kata Owner Warung Jahe Rempah, Oby Ahmad, belum lama ini.

Pria berusia 37 tahun itu menuturkan, pengunjung juga diperkenankan untuk memasak sendiri aneka gorengan seperti mendoan. Sehingga rasanya nyaman laksana di rumah sendiri.

Menu yang ditawarkan selalu berbeda setiap harinya. Namun tidak keluar dari makanan dan kudapan khas Pati. Minimal ada lima menu baru untuk berbuka puasa. Seperti mangut kepala manyung, oseng daun pepaya, sayur asam, acar pedas, serta lele kuah santan yang menjadi primadona.

Baca juga:  Dewan Janji Awasi Pasokan Gas Melon

Sementara minumannya, pengunjung bisa menghangatkan diri dengan jahe rempah, jahe rempah susu, yang menjadi hits Warung Jahe Rempah. Kuliner tradisional pun diwadahi dengan tembikar ala masa lalu, sehingga menambah kesan estetik dan menggugah selera.

Tak hanya itu, tempatnya pun dikonsep jadul tempo dulu. Sehingga menambah sensasi kenikmatan para pengunjung saat berkumpul dengan teman maupun keluarga tercinta.

Nuansa rumah joglo kayu dan hamparan lahan pertanian di lokasi, seolah mengobati kerinduan akan kampung halaman. Pencahayaan dan letak kursi lawas ditata sedemikian rupa, agar pengunjung betah berlama-lama untuk meluangkan waktu bersama kolega.

Baca juga:  Ringkasan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Pati 2023

“Dari awal konsep Pati tempo dulu. Ada rumah joglo dan pernak-perniknya. Untuk makanan dan minuman kami mengangkat rempah yang ada di Kabupaten Pati,” ujarnya. (lut/adf)