Gubernur DIY Canangkan Rehabilitasi Lahan Kawasan Penyangga Merapi

PEDULI: Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X didampingi Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo saat menanam bibit tanaman di Padukuhan Balong, Kalurahan Umbulharjo, Kapanewon Cangkringan, Rabu (3/4/24). (HUMAS/JOGLO JOGJA)

SLEMAN, Joglo Jogja –  Pemerintah Daerah (Pemda) DIY melakukan pencanangan rehabilitasi lahan kawasan penyangga gunung Merapi di Padukuhan Balong, Kalurahan Umbulharjo, Kapanewon Cangkringan, Rabu (3/4/24). Hal itu sebagai upaya pemerintah dalam memperbaiki ekosistem alam di Yogyakarta.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan, penanaman pohon di atas tanah Sultan Ground bekas tambang itu menjadi upaya nyata Pemda DIY, Kraton Ngayogyakarya, dan masyarakat sebagai langkah memperbaiki ekosistem di lingkungan lereng Merapi. Terlebih, kawasan itu menjadi daerah resapan air untuk Jawa Tengah dan DIY yang memiliki peran dalam konservasi keanekaragaman hayati.

“Pemkab Sleman memiliki komitmen tinggi dalam meningkatkan daya dukung lingkungan sebagai penopang kenyamanan dan keamanan lingkungan masyarakat. Kami yakin, semakin banyak elemen masyarakat yang peduli terhadap lingkungan di wilayah lereng Merapi, semakin cepat pula pemulihan ekosistem lingkungan setempat,” katanya, Rabu (3/4/24).

Baca juga:  DP3AP2 DIY Imbau Masyarakat Laporkan Kekerasan Anak dan Perempuan

Sebagai bentuk kepedulian, pada 2023 Pemkab telah memberikan bibit tanaman penghijauan sebanyak 13.275 dan di antaranya 449 disalurkan di Kapanewon Cangkringan. Bibit tanaman penghijauan di antaranya alpukat mentega, durian, jeruk, mangga, pule, gayam, trembesi, kelengkeng new kristal dan kelengkeng matalada.

“Saya berharap, konservasi pemulihan lahan bekas tambang ini dapat menjadi motivasi bagi masyarakat Kapanewon Cangkringan dan sekitarnya. Dalam meningkatkan kesadaran dan bersemangat dalam menjaga lingkungan lereng Merapi,” harapnya.

Sementara itu, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X menuturkan, rehabilitasi lahan di atas tanah Sultan Ground dilakukan sebagai upaya Pemda DIY untuk mendukung pelestarian kawasan Gunung Merapi. Upaya itu dilakukan untuk mengembalikan kelestarian dan keasrian alam, sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat.

Baca juga:  Bantul Turut Aktif Wujudkan Generasi Emas 2045

Gubernur menekankan bahwa tanah Sultan Ground boleh dimanfaatkan masyarakat, namun tidak untuk kegiatan pertambangan. Oleh karena itu, gubernur memberikan dukungan apabila kawasan tersebut dikembalikan pada fungsi aslinya dan ditanami pohon untuk memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat sekitar.

“Harapan kami, Gunung Merapi bisa kembali hijau dan kesejahteraan masyarakat dapat meningkat. Semoga reboisasi ini dapat berlanjut dan dapat ditanam dan diopeni dengan baik,” terang Sri Sultan Hamengkubuwono X.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan DIY Kusno Wibowo menambahkan, kegiatan rehabilitasi dilakukan untuk meningkatkan kondisi tata air baik dari segi kualitas, kuantitas, maupun kontinuitas. Di samping itu, juga untuk pengendalian erosi dan sedimentasi melalui bangunan sipil teknis konservasi tanah dan air seperti gully plug dan dam penahan.

Baca juga:  UGM Tuan Rumah Konferensi Internasional AAS-in-Asia, Bahas Peran Penting Asia di Dunia

“Kita semua mengetahui bahwa lahan menjadi sumber daya hutan, tanah dan air merupakan modal utama bagi kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, rehabilitasi sebagai upaya untuk memulihkan, mempertahankan dan meningkatkan fungsi hutan dan lahan sehingga daya dukung, produktivitas dan peranannya dalam mendukung sistem penyangga kehidupan tetap terjaga, perlu terus kita lakukan,” tandasnya. (bam/abd)