Semarakkan Hari Kesadaran Autisme Sedunia

SUASANA: Lomba melukis dan terjemahan ayat kitab suci lima agama di TK Inklusi Fun and Play, Banyumanik Semarang, Selasa (2/4/24). (LU'LUIL MAKNUN/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng -Semarakkan Hari Kesadaran Autisme Sedunia pada 2 April 2024, TK Inklusi Fun and Play, Banyumanik Semarang beri wadah anak berespresi melalui ajang perlombaan. Di antaranya lomba melukis dan terjemahan ayat suci dari lima agama.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, perwakilan Dinas Sosial Provisi Jawa Tengah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, dan jajaran dari Pemerintah Kota Semarang.

Selamat Idulfitri 2024

Pendiri Fun and Play, Agung Prasetyo menyebut Hari Kesadaran Autisme Sedunia tak hanya sebagai peringatan saja. Namun juga sebagai awarnes atau kepedulian terhadap autis itu sendiri.

“Kami adakan acara ini dalam rangka menyetarakan, mengakomodir, menghargai dan memberikan monumental bahwa hari ini orang-orang agar tau bahwa ini hari autis. Dan kenyataannya penyandang autis semakin banyak,” jelas Psikolog itu.

Baca juga:  Tanggap Bencana Banjir, SEKAR Bank Jateng Salurkan Bantuan Bagi Warga Terdampak di Pati, Kudus dan Demak

Agung menungkapkan, berdasarkan data terbaru dari WHO tercatat bahwa penyandang autis saat ini ada diangka 1:40, di mana setiap 40 anak yang berkerumun terdapat satu anak yang menyandang autis. Oleh karena itu, pihaknya sangat peduli dengan ABK.

“Makanya kami aware banget dengan anak autis karena di sekolah kami sebagian besar anak autis, sebenarnya di sekitar kita banyak cuma kita gatau aja,” ujarnya.

Ia berharap dengan terlaksananya peringatan kegiatan ini bisa memotivasi siswa Fun and Play percaya diri dan berani tampil di depan umum. Sehingha ABK ini tidak dianggap sebelah mata, dibully, bahkan diremehkan oleh masyarakat nantinya.

Baca juga:  DPRD Siapkan Dana Cadangan Rp 200 M untuk Pilgub Jateng

“Kami ingin mereka kompeten, mereka punya kompetensi sehingga mereka tidak dipandang sebelah mata,” tegasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Bambang Pramusinto mengapresiasi atas terlaksananya kegiatan tersebut. Pihaknya mengaku bakal menjadikan TK Inklusi Fun and Play sebagai referensi Dinas Pendidikan Kota Seamarang dalam penerapan Peraturan Menteri Pendidikan, Riset, dan Teknologi (Permendikbudristek) terbaru terkait sekolah inklusi.

“Buat saya itu kegiatan yang sangat positif, dan tadi juga saya sampaikan sekolah Fun and Play akan jadi referensi bagi dinas pendidikan untuk belajar kira-kira apa yang perlu dipersiapkan untuk melayani anak-anak berkebutuhan khusus,” kata Bambang pada Joglo Jateng.

Baca juga:  Atlet Perisai Diri Upgris Raih 12 Juara

Bambang mengaku bahwa dalam penerapan sekolah inklusi cukup mengalami kendala. Khususnya terkait sumber daya manusia (SDM), yakni para tenaga pengajar yang belum bersertifikat pendidikan khusus.

“Memang sesuai dengan Permendikbud semua cabang pendidikan harus jadi sekolah inklusi, sekarang ini memang kendalanya masih banyak. Antara lain masih banyak guru yang belum punya sertifikasi pendidik khusus,” bebernya.

Kendati demikian, Bambang berharap orang tua penyandang anak berkebutuhan khusus (ABK) di Kota Sekamarang tetap semangat. Sebab pemerintah akan selalu hadir.

“Selain itu pemerintah juga mengharapkan banyak volunter seperti Fun and Play hadir di tengah-tengah masyarakat sehingga bisa menjadi mitra Disdik untuk memberikan pelayanan anak berkebutuhan khusus termasuk autis,” tandasnya. (luk/gih)