Figur  

Senang Bersosialisasi, Dalami Ilmu BK

Dewi Novita Ningrum
Dewi Novita Ningrum. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

BERANGKAT dari keprihatinan terhadap lingkup sosial, Dewi Novita Ningrum memilih mendalami ilmu bimbingan konseling (BK) di jalur pendidikannya. Mulai dari S1, ia mengambil jurusan Bimbingan Konseling Islam di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang. Dia kemudian melanjutkan S2 dengan jurusan yang sama di Universitas Negeri Semarang (Unnes).

Ia mengaku, sedari SMA sampai S2 senang belajar BK. Lantaran bersosialisasi menjadi jembatan untuk dapat mengenal orang banyak. Bahkan, semasa kuliah S1 ia sering mengikuti kegiatan volunteer Rumah Difabel dan Sahabat Mata di Semarang.

Baca juga:  Promosikan Kebudayaan lewat Teknologi

“Semakin ke sini, semakin tertarik bertemu dengan orang yang mempunyai karakter dan latar belakang yang berbeda. Sebab, ketika aku bertemu orang berkebutuhan khusus aku menemukan dunia baruku,” ungkap dara kelahiran Jepara ini kepada Joglo Jateng, Selasa (2/4/24).

Perempuan yang gemar mengaji ini menyampaikan, lika-liku mendalami ilmu BK adalah ketika ia dituntut menjadi pendengar yang baik. Juga memahami karakter setiap individu.

“Aku pernah pada posisi bener-bener capek, pengen ditanya sama temen-temen waktu itu. Tapi ternyata mereka pada cuek dan nggak peka. Akhirnya aku berfikir, ternyata nggak semudah itu menjadi pendengar yang baik,” ucapnya sembari mengenang.

Baca juga:  Keluar dari Zona Nyaman untuk Raih Impian

Novi pun bertekad kuat mendalami belajar ilmu BK. Menurutnya, dengan belajar ilmu BK ia dapat menyalurkan pengetahuannya kepada orang lain dengan caranya.

Selepas lulus S2 nanti, Novi ingin memiliki prospek pekerjaan yang linier dengan rumpun keilmuannya. Ia yakin bahwa pendidikan BK dapat menjadikannya bermanfaat bagi orang lain.

Bagi Novi, belajar BK bukanlah perkara mudah. Perlu kesabaran ketika harus bertemu dengan orang baru dan mulai berinteraksi kepadanya. Semua itu Novi lakukan dengan niat ibadah dan belajar, sebab semua orang berhak atas tanggung jawab dirinya.

Baca juga:  Beri Motivasi pada Remaja lewat Duta GenRe

“Manusia itu banyak memiliki kekurangan dan kelebihan. Dia akan berkembang ketika memiliki kegagalan. Terpenting kita tidak menjatuhkan dan saling menghargai. Itulah ilmu bimbingan konseling,” tandas pemilik akun @dewinovita.ng ini. (ara/adf)