Antisipasi Kekerasan Seksual, Upgris Buka Seleksi Satgas PPKS

SUASANA: Proses seleksi Satgas PPKS Universitas PGRI Semarang, Rabu (3/4/24). (HUMAS/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Dalam upaya memberi rasa aman mahasiswanya terhindar dari kekerasan seksual dilingkungan kampus, Universitas PGRI Semarang (Upgris) melakukan seleksi Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS). Hal ini merujuk pada Peraturan Menteri Pendidikan Kebudayaan Ristek Dikti Nomor 30 Tahun 2021.

Dalam kegiatan seleksi hadir Wakil Rektor III Sapto Budoyo, Wakil Rektor IV Nur Khoiri, serta Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Semarang Erwan Rachmat. Nur Khoiri dan Erwan Rachmat juga bertugas sebagai satgas PPKS Kota Semarang periode 2024-2027.

Selamat Idulfitri 2024

Wakil Rektor III Upgris, Sapto Budoyo mengatakan bahwa program ini tak hanya untuk menuntaskan kewajiban sebagai perguruan tinggi saja dengan membentuk Satgas PPKS. Namun hal ini juga misi Upgris untuk berupaya secepat mungkin mencegah tindakan dan perilaku yang mengarah pada terjadinya tindakan kekerasan seksual di kampus.

Baca juga:  Pendaftar Inklusi di Semarang Capai 130 Siswa

“Satgas ini tidak hanya sekedar mengatur pencegahan namun juga melakukan penanganan jika terjadi sebuah kasus kekerasan seksual,” ungkapnya pada Joglo Jateng, Rabu (3/4/24).

Hingga saat ini ada 100 peserta yang mendaftar untuk menjadi satgas PPKS UPGRIS. Namun nantinya hanya tujuh orang yang akan diterima.

“Pembentukan Satgas dibentuk oleh panitia seleksi dari 100 akan kita pilih tujuh terbaik,” imbuhnya.

Terkait dengan lebih besarnya potensi dosen melakukan kekerasan seksual karena secara relasi kuasa posisinya lebih kuat, Sapto mengaku telah membuat buku yang nantinya akan bisa digunakan sebagai paduan. Buku tersebut akan menjadi panduan terkait dengan hubungan antara dosen dengan mahasiswa mulai dari perkuliahan hingga bimbingan skripsi. (luk/adf)