Pemkot Semarang Gelar Tebus Paket Suka-suka bagi Warga Terdampak Banjir

MENYAPA WARGA: Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu saat menghadiri kegiatan Tebus Paket Suka-suka di Balai Kelurahan Pandean Lamper, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang, Rabu (3/4/24). (HUMAS/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menggelar program Tebus Paket Suka-suka bagi warga terdampak banjir di tiga kecamatan. Yakni Gayamsari, Genuk, dan Kecamatan Semarang Utara. Warga bisa membayar sukarela atau seikhlasnya untuk mendapatkan beras 2,5 kg.

Wali Kota Semarang Hevearita G Rahayu mengungkapkan, program ini menggunakan sistem kupon yang diberikan kepada warga terdampak di kelurahan sasaran. Sebelumnya, di Kecamatan Genuk ada 450 pack beras Pemkot Semarang dan dari kecamatan ada 250 pack. Jadi total ada 700 pack.

Selamat Idulfitri 2024

“Hari ini (Rabu, Red.) di Gayamsari, ada 400 pack beras. Namun ada paket bantuan juga dari Semarang Berbagi, serta paket sembako gratis juga. Jadi ini di mix semua,” kata dia melalui keterangan tertulis yang diterima Joglo Jateng, Rabu (3/4/24).

Baca juga:  Perusahaan Wajib Berikan THR Maksimal H-7 Lebaran

Dirinya menyebut, Tebus Suka-suka ini secara tidak langsung bisa menggerakkan ekonomi masyarakat. Terlebih, ada pula Pak Rahman (Pasar Rakyat Murah dan Aman).

“Dengan GPM dan Pak Rahman ini bisa menekan inflasi. Sehingga Semarang jadi kota (dengan, Red.) IHK (Indeks Harga Konsumen, Red.) terendah di Jawa Tengah,” ujarnya.

Sementara itu, Warga RT 9/3 Kelurahan Siwalan, Kecamatan Gayamsari, Aslamiah mengaku senang usai membayar Rp 5 ribu untuk menebus beras 2,5 kg. Menurutnya, ini sangat membantunya dalam membeli sembako yang murah.

“Alhamdulillah, saya senang sekali bisa beli beras 2,5 kg dengan bayar hanya Rp 5 ribu seikhlasnya. Dengan ini sangat terbantu,” ungkapnya.

Baca juga:  Disnakertrans Jateng Imbau Perusahaan Segera Bayar THR

Ia mengaku biasa membeli beras dengan harga Rp 16 ribu per kilogram. Namun dengan Tebus Suka-suka ini bisa mendapatkan beras jauh lebih terjangkau.

Terpisah, Warga Kelurahan Pandean Lamper, Sriyani bersyukur bisa ikut tebus murah bayar seikhlasnya. Dirinya sempat kaget jika bisa membeli beras senilai Rp 5 Ribu saja.

“Alhamdulillah bisa nebus murah, meskipun sekarang beras mahal. Ini tadi bayar Rp 5 ribu. Semoga bantuan seperti ini lebih masif lagi, jangan hanya di kelurahan tapi di RT RW juga,” harapnya. (int/adf)