SD Muhammadiyah Kalangan Gelar Tasmi’ untuk Tingkatkan Literasi Baca Alquran Siswa

SIMAK: Puluhan siswa SD Muhammadiyah Kalangan menyimak pemaparan materi kultum dan tasmi’ bagi siswa dan wali murid yang digelar di halaman SD Muhammadiyah Kalangan, Kamis (4/4/24). (HUMAS/JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja – Menutup Pesantren Ramadann, SD Muhammadiyah Kalangan menggelar acara tasmi’ atau lulusan hafalan Alquran. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi membaca Alquran siswa.

Kepala SD Muhammadiyah Kalangan, Andi Budi Rahmawanto menyebut, acara ini bertujuan untuk mendorong pembiasaan membaca Alquran di rumah masing-masing siswa. Pesantren Ramadan juga menjadi bagian dari agenda rutin tahunan.

“Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, dimana pembacaan Alquran dilakukan oleh siswa saja, kali ini melibatkan wali murid sebagai pembaca juga. Hal ini telah menjadi rutinitas selama tiga tahun terakhir,” ungkapnya, Kamis (4/4/24).

Baca juga:  KPU Sleman Buka Konsultasi bagi Bakal Calon Independen

Pihaknya menambahkan, partisipasi dalam acara tasmi’ ini terbuka bagi semua siswa dari kelas 1 hingga kelas 6, dengan lebih dari 140 siswa yang ikut serta. Sementara, bagi siswa yang sudah hafal Alquran, mereka tidak perlu membaca.

“Sementara siswa dari kelas yang lebih rendah atau wali murid diperbolehkan untuk membaca Alquran. Ini diharapkan dapat memberikan kesempatan bagi yang lebih mahir untuk membimbing yang lainnya,” tutur Andi.

Selain sebagai upaya meningkatkan literasi agama, kata dia, tasmi’ juga diharapkan dapat menginspirasi para siswa untuk senang membaca Alquran. Dengan membawa pengalaman positif ini ke rumah, diharapkan juga dapat memperkuat pembiasaan membaca Alquran di lingkungan keluarga.

Baca juga:  Siswa MTsN 4 Bantul Telusuri Upacara Tradisi Cembengan

“Selain itu, acara ini juga menjadi salah satu sarana promosi untuk menarik minat siswa baru. Terlebih bulan Mei dan Juni besok sudah mulai penerimaan peserta didik baru, sehingga tasmi’ menjadi salah satu program unggulan yang ditawarkan kepada para peserta didik baru,” pungkasnya. (suf/adf)