Pemkab Sleman Lakukan Penyesuaian Kerja ASN

APEL: Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa saat memimpin upacara jajaran ASN di wilayah Bumi Sembada, belum lama ini. (ISTIMEWA/ JOGLO JOGJA)

SLEMAN, Joglo Jogja – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman menindaklanjuti Surat Edaran (SE) Menteri PANRB No. 01 Tahun 2024 terkait kelonggaran bagi ASN untuk melaksanakan Work From Home (WFH) pada 16-17 April. Bupati mengeluarkan SE Nomor 225 Tahun 2024 tentang Penyesuaian Sistem Kerja Pegawai ASN usai Libur Nasional dan Cuti Bersama Hari Raya Idulfitri 1445 H di lingkungan kerjanya.

Penjabat (Pj) Sekda Kabupaten Sleman Eka Suryo Prihantoro menuturkan, SE itu untuk mendukung kelancaran arus balik dan mengantisipasi potensi kepadatan dan kemacetan lalu lintas pada ruas jalan yang digunakan pemudik. Untuk mengatur pegawai ASN yang mudik ke luar daerah dan jauh, yang kesulitan menempuh perjalanan balik aturan itu akhirnya diluncurkan.

Baca juga:  May Day, Presiden Terpilih Diminta Cabut UU Cipta Kerja

“Keberadaan SE mengatur pemberlakuan sistem kerja dapat dilakukan melalui kombinasi pelaksanaan tugas kedinasan di kantor Work From Office (WFO) dan pelaksanaan tugas kedinasan dari rumah. Pelaksanaan sistem tersebut tentunya dengan beberapa ketentuan yaitu: hanya dilaksanakan selama dua hari,” katanya, Senin (15/4/24).

Kepala Perangkat Daerah mengatur pelaksanaan sistem kerja WFH dengan ketentuan persentase jumlah pegawai paling banyak 50%. Ketentuan itu hanya berlaku untuk perangkat daerah yang melaksanakan tugas layanan administrasi pemerintahan seperti perumus kebijakan, penelitian, perencanaan, analisis, monitoring, evaluasi.

“Ketentuan itu, juga berlaku untuk pelaksana tugas layanan seperti kesekretariatan, keprotokolan, juga kehumasan. Sedangkan untuk pelaksana tugas layanan masyarakat terkait kesehatan, keamanan dan ketertiban, penanganan bencana, energi, logistik, pos, transportasi dan distribusi, obyek vital nasional, proyek strategis nasional, konstruksi, dan utilitas dasar sistem menerapkan 100% WFO,” paparnya.

Baca juga:  Tumpukan Sampah di Imogiri Dibawa ke TPA Wonoroto, Pelaku Masih Misterius

Berdasarkan konfirmasi kepada beberapa Kepala Perangkat Daerah, Kepala Dinas P3AP2KB Wildan Solichin, Kepala Dinas Kebudayaan Edy Winarta, dan Kepala Dinas Kesehatan Sleman Cahya Purnama, sampai Senin (15/4), belum ada Pegawai ASN di lingkungan kerjanya yang melaporkan terkendala kembali dari tempat mudiknya. Rata-rata ASN yang mudik luar daerah telah merencanakan jauh hari sebelumnya dan sudah mengantisipasi jadwal kembali.

Cahya Purnama lebih lanjut memberikan keterangan untuk RSUD baik RSUD Sleman maupun RSUD Prambanan, dan seluruh Puskesmas di wilayah Sleman tetap masuk secara penuh. Sebagai ganti tidak mendapatkan kesempatan libur nasional dan cuti bersama Hari Idulfitri ini, akan diberikan kompensasi dalam bentuk pengambilan cuti tahunan yang akan diatur agar pelayanan tetap berjalan dengan baik.

Baca juga:  Bawaslu Bantul Libatkan Ormas Cegah Politik Uang

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Sleman R. Budi Pramono menyatakan, terkait pengawasan dan pengendalian penerapan SE tersebut, akan dipantau secara administratif melalui catatan e-presensi Kabupaten Sleman. “Kami juga akan memantau langsung bersama perangkat daerah terkait di kantor-kantor dan juga fasilitas pelayanan kesehatan yang akan kami pilih secara acak,” tandasnya. (bam/abd)