Kudus  

Ojek Colo Hingga Bus Dihentikan Selama Festival Sewu Kupat

AKSES: Festival parade sewu kupat Desa Colo akan kembali digelar pada Rabu, (17/4). Dalam momen itu, akses jalan kendaraan besar serta operasional ojek muria akan diberhentikan sementara. (UMI ZAKIATUN NAFIS/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Parade Sewu Kupat yang menjadi agenda tahunan masyarakat Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kudus dan sekitarnya akan kembali digelar hari ini. Dalam bahasa Indonesia, Sewu berarti seribu dan Kupat tak lain adalah ketupat.

Tradisi yang dilaksanakan sejak 2007 tersebut akan menggandeng 17 desa se Kecamatan Dawe. Dengan 23 gunungan kirab ketupat.

Kegiatan yang mengundang ribuan kerumunan warga ini diprediksi menjadikan kepadatan arus lalu lintas di area wisata religi Sunan Muria. Oleh sebab itu, pihak terkait membuat skema akses jalan dengan memberhentikan sementara operasional Asosiasi Angkutan Sepeda Motor Muria (AASMM) dan bus peziarah.

Baca juga:  Penggunaan Seragam Kudusan tak Hanya Simbolis

Pegiat Festival Sewu Kupat, M Antono menerangkan, bus peziarah dari arah barat harus ditunda ke arah Colo dari pukul 06.00 hingga 12.00. Untuk bus peziarah dari arah timur tetap dipersilakan masuk dan parkir di sepanjang bahu jalan satu jajar di kawasan timur terminal wisata Colo.

“Sedangkan untuk elf, mobil pribadi dan sepeda motor parkir berada di terminal wisata colo. Dan sepeda motor parkir di tempat yamg sudah di sediakan,” terangnya.

Sementara itu, salah satu anggota AASMM, Purbo Wiyanto menyebutkan, jam operasional anggota AASMM juga diberhentikan mulai pukul 06.00 sampai dengan 10.00.  Yaitu sampai prosesi arak-arakan selesai masuk taman ria.

Baca juga:  Tarif Parkir Bakal Naik Per 1 Mei 2024

“Imbauan ini ada surat edarannya per tanggal (15/4). Dan besok kami beroperasi kembali pada pukul 12.30 dan seterusnya aktivitas kembali normal,” jelasnya.

Menurutnya, hal ini memang harus dilakukan untuk mengantisipasi terjadi kepadatan kendaraan. Khawatirnya, kata dia, terjadi kemacetan di area Sewu Kupat.

“Karena setiap tahunnya masyarakat yang hadir selalu memadati kawasan Colo. Jadi ya pasti macet. Makanya harus diminimalisir,” ujarnya. (cr1/fat)