Terbiasa Kumuh dan Becek, Pedagang Pasar Pagi Pemalang Menanti Pembenahan Segera

BERTAHAN: Turah (70) pedagang sayur yang telah berjualan lebih dadi 30 tahun di Pasar Pagi Pemalang, kemarin, tetap bertahan walaupun kondisi pasar kumuh dan tidak layak. (UFAN FAUDHIL/JOGLO JATENG)

PEMALANG, Joglo Jateng – Terbiasa dengan keadaan banjir dan kotor, pedagang di Pasar Pagi Pemalang merasa iri dengan pasar-pasar lainnya, walaupun sempat ada kabar relokasi, namun kurang lebih 30 tahun pasar ini tak pernah mendapatkan perhatian. Hanya saja renovasi kecil yang tidak berdampak banyak bagi pedagang, bahkan sebagian besar membuka lapak di depan, karena pembeli enggan masuk ke los pasar yang becek dan kumuh.

Salah satu pedagang sayur di los dalam Pasar Pagi Pemalang Turah (70) mengaku, harus pindah berdagang lebih dekat di pinggir jalan los tidak di dalam agar dagangannya laku. Walaupun harus berendam dengan lumpur dan bau yang kurang sedap ketika musim penghujan, namun tetap berdagang, karena satu-satunya mata pencahariannya.

Baca juga:  Bupati Mansur: Rehabilitasi Narkoba Jadi Hal Serius

“Kemarin waktu tujuh hari sebelum Lebaran di sini menggenang air dan becek. Pembeli mengeluh ke kita kenapa Pasar Pagi Pemalang sangat kumuh, kotor dan bau, tidak seperti pasar lain,” terangnya.

Hal ini juga dirasakan oleh, salah satu pedagang buah, Afidin (32) yang melanjutkan usaha ibundanya. Menurutnya dari awal berdagang belum ada perbaikan dari pemerintah. Hanya penambahan atap pada 2018 di tengah los dan bagian pinggir, itupun tidak ada penataan lapak. Sehingga masih kumuh seperti sebelumnya.

Di samping itu, drainase saluran air atau selokan pasar juga selalu mampet. Sehingga ketika hujan pasti banjir dengan ketinggian satu mata kaki hampir merata di seluruh los dalam Pasar Pagi Pemalang.

Baca juga:  Percepat Penyerapan Anggaran Infrastruktur di Pemalang, Perbaikan Jalan Dimulai Juli

Dirinya pernah mendengar akan ada renovasi atau relokasi pasar dari 2018-2024 ini dari petugas pasar. Namun tidak ada kejelasan lagi kapan proyek tersebut dilaksanakan. Padahal ingin wajah Pasar Pagi Pemalang lebih baik, sebagai satu-satunya pasar kota yang menjadi pusat perekonomian harusnya memiliki fasilitas yang terbaik dibandingkan pasar lainnya, tetapi justru tidak ada perubahan bahkan menurutnya paling kumuh di Pemalang.

“Kalau pasar lain seperti Pasar Bantarbolang, Pasar Randudongkal dan Pasar Paduraksa di Pemalang, Pasar Pagi bisa dibilang paling kumuh. Jadi pembeli lebih suka ada di depan daripada masuk, kalau Lebaran lumayan tapi setelahnya sepi,” keluhnya.

Baca juga:  Bagikan Daging Kurban ke Masyarakat Sekitar Sumber Mata Air

Sementara itu, Sekertaris Diskoperindag Pemalang Mung Supriatin menyampaikan, Pemkab telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi belum lama ini terkait pembangunan atau relokasi Pasar Pagi Pemalang. Dijelaskannya Detail Engineering Design (DED) perencanaan telah ada dan direncanakan berpindah ke sisi Barat Terminal Pemalang. Namun perkiraan proyek ini akan dilaksanakan pada 2025 dan mudah-mudahan bisa terwujud pasar tradisional modern di pusat kota di Pemalang.

“Beberapa waktu lalu rapat di Kota Semarang dan ini sudah dibahas, kemungkinan akan dibangun 2025. Jadi kita tunggu saja kelanjutannya, apalagi sudah masuk dalam Proyek Strategis Pemerintah Pusat tercantum di Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi,” ujarnya.(fan/sam)