Kenalkan Situs Sejarah Lokal, Mahasiswa Unnes Sosialisasikan Kajian Candi Tugu kepada Siswa SMA N 3 Semarang

SUASANA: Mahasiswa Unnes yang menyosialisasikan kajian Candi Tugu kepada siswa di SMA N 3 Semarang, belum lama ini. (LU'LUIL MAKNUN/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Dalam upaya membawa misi memperkenalkan Candi Tugu kepada masyarakat, mahasiswa Unnes melalui seminar menyosialisasikan kajian Candi Tugu kepada siswa di SMA N 3 Semarang. Melalui kajiannya, mahasiswa program profesi guru (PPG) Unnes yang berjumlah delapan orang ini berkeinginan untuk memberikan kesadaran pada peserta didik terhadap pentingnya merawat peninggalan cagar budaya.

Salah satu Pemateri sekaligus Mahasiswa Unnes yang melakukan kajian ialah Ayup Khoirul Ikfan. Ia mengaku, setelah menggelar seminar, banyak ditemukan siswa di SMA N 3 Semarang yang belum mengetahui keberadaan Candi Tugu.

Output-nya kita ingin mereka (siswa) itu tahu keberadaan Candi Tugu ini, baiknya lagi apabila siswa juga masyarakat bisa turut serta menjaga dan melestarikannya,” jelas Ayup, belum lama ini.

Baca juga:  KPU Kota Semarang Sebut tak Ada Pendaftar Calon Perseorangan

Seminar kesejarahan ini mengambil tema Local Historis Conservation, Situs Candi Tugu sebagai Diseminasi Memori Kolektif dan Edukasi Nilai-Nilai Konservasi. Karena itulah Candi Tugu dipilih, selain menjadi cagar budaya lokal yang ada di Kota Semarang, kondisinya pun kurang terawat.

“Ada sekitar 900 cagar budaya di Kota Semarang. Jumlah ini termasuk yang tertinggi di Jateng. Tapi dalam kenyataannya masih ada situ yang memprihatinkan, salah satunya Candi Tugu ini,” imbuhnya.

Sementara Mahasiswa PPG yang sekaligus Guru SMA N 3 Semarang Mohamad Eri Setyo berharap melalui kegiatan semacam ini, masyarakat lebih giat dalam melestarikan cagar budaya yang ada dilingkungannya. Pada kesempatan itu siswa diajak sharing tentang konservasi cagar budaya, serta bagaimana merawat situs peninggalan nenek moyang terdahulu.

Baca juga:  Kuatkan Basis Kultural, Rombongan UIN Walisongo Ziarah ke Makam Wali

“Antusias siswa cukup tinggi. Ada banyak pertanyaan dari mereka dan kita sharing ilmu di seminar ini,” tambahnya.

Diketahui Candi Tugu ini berada di Puncak Bukit Kelurahan Tugurejo, Kecamatan Tugu Kota Semarang. Di sana terdapat cagar budaya berupa tugu dengan tinggi sekitar 2,5 meter. Dipercaya lokasi tersebut menjadi perbatasan antara Kerajaan Pajajaran dan Kerajaan Majapahit.

Untuk menarik wisatawan, juga dibuat duplikat Candi Gedong Songo di sebelah Candi Tugu. Namun usaha itu bak sia-sia. Kunjungan wisatawan ke lokasi ini tidaklah banyak.

“Di tambah duplikat Candi Gedong Songo ini biar menarik. Tapi hasilnya tetap sama saja (sepi),” beber Eri.

Baca juga:  Toko Merekah: Kedai Kopi Unik dengan Nuansa Vietnam-Thailand di Semarang

Saat melalukan kajian, Wahyudi bersama teman-temannya menemukan Candi Tugu dengan kondisi yang memprihatinkan. Banyak vandalisme di duplikat Candi Gedong Songo. Sampah juga berserakan. Satu-satunya Juru Pelihara (Jupel) Candi Tugu Sumarto juga telah berhenti bekerja membersihkan candi. Sebelumnya ia yang bertugas merawat Candi Tugu. Kini hanya kesadaran dari komunitas-komunitas pecinta sejarah lah yang datang untuk merawatnya.

Pihaknya pun berharap, Pemerintah Kota Semarang lebih memperhatikan situs cagar budaya. Sehingga generasi muda bisa termotivasi untuk melestarikannya dan datang untuk berkunjung.  (luk/adf)