Swayalan Jadi Momen Peningkatan PAD TRP Kartini

RAMAI: Banyak pengunjung berdatangan memasuki TRP taman Kartini yang menjadi pusat agend Syawalan di Kabupaten Rembang, Kamis (18/4/24). (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

REMBANG, Joglo Jateng – Gelaran tradisi syawalan di Kabupaten Rembang setiap tahunnya mampu menyedot pedagang maupun masyarakat untuk datang ke obyek wisata Taman Rekreasi Pantai (TRP) Kartini. Hal ini juga berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Momen Syawalan yang terpusat di TRP Kartini ini juga mampu mendongkrak kunjungan wisatawan. Terhitung pada H+2 lebaran sampai Selasa (16/4), berdasarkan data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Rembang sebanyak 197.331 pengunjung.

Jumlah itu menempati peringkat 6 tertinggi se Jawa Tengah. Tradisi yang digelar selama 7 hari ini juga mampu mendongkrak PAD dari sewa 200an lapak.

Baca juga:  Sentra Wedang Mawar Jadi Khas Desa Kajar

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Kabupaten Rembang, Muttaqin grebeg Syawalan digelar sejak tanggal 11 sampai 18 April 2024. Ada sekitar 200an pedagang yang telah menyewa lapak.

Untuk target perputaran ekonomi bisa diprediksi meningkat dari tahun sebelumnya. Pasalnya tahun ini ada kenaikan harga sewa lapak.

“Ada kenaikan harga sewa lapak beberapa persen. Ada perubahan peraturan daerah terkait sewa lahan di TRP Kartini, yaitu Rp 3.000 per meter per hari. Berbeda dengan Peraturan Daerah lama yang membebani penyewa Rp 1.000 per meter per hari,” ungkapnya.

Baca juga:  Samsat Rembang Terapkan Keringanan Pajak

Di area syawalan TRP Kartini dapat dijumpai berbagai macam  pedagang. Seperti pedagang gerabah, perkakas dapur, hewan peliharaan sampai dengan bermacam kuliner. (cr3/fat)